Share

Mendengar Bahasa Siul di Desa yang Tak Terdeteksi Google Maps

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 04 Agustus 2017 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 04 406 1749771 mendengar-bahasa-siul-di-desa-yang-tak-terdeteksi-google-maps-jRsvajygSR.jpg Warga Desa Evia, Yunani yang Menggunakan Bahasa Siul (foto: Eliot Stein)

BAHASA menjadi cara setiap individu saling berkomunikasi atau bertukar pesan. Dengan bahasa kita semua dapat mengungkapkan rasa, dan segala yang ingin disampaikan.

Di dunia ini ada begitu banyak bahasa yang berbeda, bahkan dalam satu negara bisa terdapat lebih dari 100 bahasa yang berbeda. Di sebuah desa yang ada di bagian tenggara Pulau Evia, Yunani, ada bahasa yang terancam hilang dari peradaban masyarakat, yaitu Bahasa Sfyria.

(Baca Juga: 4 Pulau Favorit Selebriti Hollywood dengan Pemandangan Menakjubkan! Airnya Jernih, Pasir Putih dan Halus)

Desa Antia berada di lereng Gunung Ochi, tidak terdapat hotel atau restoran di dekat pemukiman penduduknya. Wisatawan baru bisa menemukan hotel atau restoran pada jarak 40 kilometer. Wajarnya, sebab Desa Antia sangat terpencil dan pelosok, bahkan di Google Maps pun tidak terdeteksi keberadaannya.

Tapi, saat Anda menyambangi Desa Antia, di sepanjang jalannya Anda akan disuguhkan dengan pemandangan mistik kuburan batu naga dan batu-batu raksasa megalitik Cyclopic. Selama ribuan tahun, penduduk Desa Antia telah menggunakan sebuah bahasa yang unik dan lain dari pada yang lain.

(Baca Juga: Begini Keunikan dan Keseruan Festival Tangisan Bayi di Jepang)

Bahasa yang digunakan oleh penduduk di Desa Antia itu merupakan bahasa bersiul yang luar biasa sangat menyurupai suara burung untuk berkomunikasi dengan penduduk lainnya melintasi lembah yang jauh. Bahasa bersiul tersebut disebut sfyria, adalah salah satu bahasa langka dan terancam punah di dunia.

Bahasa Sfyria termasuk bahasa yang misterius untuk komunikasi jarak jauh, bagaimana pun kompleksnya pesan yang harus disampaikan tetap disampaikan dengan bersiul. Selama dua milenium terakhir, satu-satunya penduduk yang masih mampu berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Syfria, yaitu para penggembala dan petani dari desa yang masih berbangga hati menurunkan serta meneruskan tradisi unik tersebut ke anak dan cucu mereka.

(Baca Juga: 4 Lapangan Bola Terunik di Dunia, Ada yang Mengapung di Laut Lho!)

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, populasi Desa Antia telah menyusut dari 259 menjadi 37 pesiul, dan saat para pesiul telah kehilangan gigi sayangnya mereka tidak dapat lagi mempraktikkan bahasa unik ini. Sampai pada hari ini, hanya tersisa 6 orang di bumi yang masih bisa berbicara menggunakan bahasa yang tidak terucap, Sfyria.

(Baca Juga: Wow! Kelelawar Kembar Siam Ditemukan di Brasil)

Bahkan, 2 dari 6 orang tersebut antara lain Yiannis, petani berusia 45 tahun, Koula seorang wanita berusia 76 tahun, dikutip dari BBC, Jumat (4/8/2017).

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini