Tips Panjat Gunung Parang via Ferrata, Pemanjat Tebing Pemula Mesti Coba!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 10 Agustus 2017 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 09 406 1752779 tips-panjat-gunung-parang-via-ferrata-pemanjat-tebing-pemula-mesti-coba-gB0FqjHlTI.jpg Gunung Parang (foto: Ist)

MELAKUKAN olahraga ekstrem memang memiliki sensasi tersendiri bagi penikmatnya. Semakin ekstrem terkadang nyali semakin tertantang untuk menjajalnya.

Namun, bagi penikmat kegiatan luar ruang ekstrem yang masih pemula, sebaiknya bila ingin mencoba suatu kegiatan baru harus tahu dulu tips-tipsnya. Agar dapat mengantisipasi kemungkinan terburuk yang bisa saja tejadi.

(Baca Juga: Buruan Menginap di Hotel Es Swedia Sebelum Mencair Lho!)

Gunung Parang bisa jadi pilihan bagus untuk memulai kegiatan panjat tebing bagi pemanjat pemula. Trek via ferrata tidak memerlukan skill memanjat pro untuk melewatinya, tapi keberanian dan waktu wisatawan tetap harus ada.

Nah, agar kegiatan pemanjatan di Gunung Parang menyenangkan, Anda bisa mengikuti tips berikut.

1. Cari tahu dan pilih operator via ferrata

Ada empat operator wisata panjat tebing di Gunung Parang, antara lain Parang Cirangkong, Badega Parang Ciheuni, Skywalker dan Parang Via Ferrata. Cara agar bisa menggunakan jasa mereka, wisatawan bisa mencari infonya melalui sosial media atau situs masing-masing operator dan pesan paket sesuai kebutuhan.

(foto: Instagram/@restipramandani)

2. Luangkan waktu sehari penuh

Pemanjatan tebing Gunung Parang umumnya memakan waktu sehari, namun bagi wisatawan yang ingin menikmati bermalam di ketinggian bisa memanjat lalu berkemah di Gunung Parang. Tapi, jika hanya ingin memanjat saja, ketinggian yang bisa dipanjat berkisar antara 100 hingga 300 meter.

(Baca Juga: 4 Kolam Rahasia, Ada yang Berusia 12 Ribu Tahun Lho!)

3. Berangkat pagi hari

Walaupun jarak Jakarta ke Gunung Parang bisa ditempuh selama satu setengah hingga dua jam, tapi berangkat pagi-pagi sekali dapat membuat Anda terhindar dari antrean rombongan lain.

(Baca Juga: Mengabdikan Diri pada Lingkungan, Wanita dari Suku Boishnoi Wajib Menyusui Anak Rusa)

(foto: Istimewa)

4. Menyesuaikan pakaian

Pilihlah pakaian yang nyaman untuk dikenakan. Usahakan yang sesuai dengan kegiatab panjat tebing. Janganlah gunakan rok atau pakaian yang menjuntai karena bisa terinjak dan mengganggu aktifitas pemanjatan. Dianjurkan agar mengenakan kaus untuk menyerap keringat.

(Baca Juga: Pulau Piano, Tempat Pertama Musik Klasik nan Romantis Dimainkan)

5. Perlengkapan pribadi yang harus dibawa

Sepatu yang memiliki alas kuat untuk melawan licin harus Anda bawa. Sarung tangan untuk menghindari tangan liin karena keringat hingga kacamata hitam juga diperluka. Sunblock untuk menghindari kulit terbakar pun jangan lupa dipakai dan dimasukan ke dalam tas.

Membawa tas kecl dengan dua tali atau tas pinggang pun harus Anda bawa saat memanjat, agar perbekalan minum, makan dan kamera dapat dibawa.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini