Hutan Wehea, Spot Terbaik Melihat Kehidupan Alam Liar di Kalimantan

Tentry Yudvi, Jurnalis · Jum'at 11 Agustus 2017 07:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 10 406 1753587 hutan-wehea-spot-terbaik-melihat-kehidupan-alam-liar-di-kalimantan-Bz23uPabEF.jpg Hutan Wehea, Kalimantan Timur (foto: Kaelyn Lynch/Atlasobscura)

KALIMANTAN Timur memiliki banyak lanskap yang tersembunyi di antara tempat penebangan kayu dan sumber minyak, ialah Hutan Wehea. Sebuah kawasan hutan lindung yang memberikan pemandangan indah dari hutan Borneo yang masih sangat natural.

Hutan Wehea ini memiliki luas hingga 38.000 hektar di mana pada tahun 1996 banyak dikuras oleh penduduk yang menebang pohonnya, kini hanya sebagian kecil dari hutan yang bisa dirasakan. Keindahan luar biasa di dalam hutan tersebut memberikan kenangan manis bagi traveler yang pernah menyambanginya.

(Baca Juga: Tak Hanya Menara Eiffel, Berikut 5 Spot Jalan Kaki yang Asyik di Paris)

(foto: Kaelyn Lynch-Atlasobscura)

Hutan ini sebenarnya merupakan rumah bagi beragam spesies tumbuhan dan hewan, termasuk Miller’s Grizzled Langur yang merupakan spesies monyet langka, mereka ditemukan ilmuwan sekitar tahun 2011. Meski tidak terlalu banyak keindahan alam yang bisa dirasakan, namun Anda bisa menemukan beragam habitat seperti orang utan, badak, bahkan si cantik Macan Tutul.

(Baca Juga: Mengenal Tordesillas, Kota yang Membagi Dunia Jadi Dua)

Pemandangan cantik lainnya yang bisa Anda telusuri adalah keindahan air terjun ketika Anda melakukan trekking menuju perbatasan antar hutan. Saat malam hari, Anda akan ditemani tidur dengan nyanyian burung yang membuat suasana semakin natural dan juga sejuk. Anda dijamin akan betah.

Sebagain tambahan, Wehea sendiri memiliki beragam budaya yang dituangkan dari penduduk sekitar hutan. Setelah, hutan dibangun kembali, kawasan pun menimbulkan banyak masalah sekitar komunitasnya terutama suku Dayak di Wehea.

(Baca Juga: Liburan Sendiri Ternyata Dapat Menambah Rasa Percaya Diri, Lho!)

(foto: Kaelyn Lynch-Atlasobscura)

Di mana hutan ditetapkan oleh mereka sebagai tanah tradisional di tahun 2014, dan mereka meminta untuk disahkan pemerintah. Di sinilah, orang Dayak bisa menggali kekuatan mereka sebagai pelindung hutan.

Kelompok etnis ini pun menjadi penjaga hutan yang memerhatikan para pekerja penebangan ilegan dan pemburu. Kini kelompok Dayak pun menjadi pemandu wisata bagi wisatawan yang hendak masuk ke hutan Wehea ini.

Dilansir dari Atlasobscura, sebelum Anda pergi lebih baik mengenal lebih dahulu jalur yang bisa Anda telusuri menuju hutan. Ada beragam jenis transportasi yang bisa Anda gunakan dari Samarinda, salah satunya taksi menuju Muara Wahau.

(Baca Juga: Haduh! Di Jepang Ada Kawanan Monyet Berendam di Kolam Air Panas)

Dari sana, mintalah sopir untuk mengantarkan Anda ke Nehas Lias Bing dan antarkan ke Rumah Konservasi. Di rumah inilah, Anda bisa tinggal semalaman sebelum pergi ke hutan. Hutan ini bisa ditelusuri dengan truk selama 2 jam.

(foto: Kaelyn Lynch-Atlasobscura)

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini