Share

Populasi Berkurang, Singa Bukan Lagi Raja Hutan?

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Selasa 15 Agustus 2017 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 15 406 1756215 populasi-berkurang-singa-bukan-lagi-raja-hutan-L30xeiLicK.jpg Singa Afrika (Foto: Dailymail)

SINGA, sang raja hutan yang kuat dan buas kini disebut bukan lagi raja hutan. Hal ini ditunjukkan dari berkurangnya populasi singa di Afrika.

Populasi singa di Taman Nasional Niokolo-Koba Senegal kini kurang dari 50 ekor. Ini terjadi karena perburuan liar yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.

Direktur Regional Afrika Barat dan Tengah untuk program singa di Panthera, sebuah organisasi konservasi kucing liar global, Philipp Henschel mengatakan, area ini berpotensi memiliki sekira 400 hingga 500 singa jika dilindungi dengan baik.

Meski kini jumlahnya tidak mencapai 50 ekor, namun Philip optimis suatu hari populasi ini bisa pulih kembali.

Baca Juga: Yuk Pindah, Berikut 4 Negara yang Dijamin Hidup Anda Lebih Lama!

"Pemandangan ini masih dalam kondisi fantastis," kata Philip dikutip dari Dailymail, Selasa (15/8/2017).

Melihat keadaan yang memprihatinkan ini, Wildlife Conservation Network dan The Leonardo DiCaprio Foundation menghibahkan dana sebesar USD150 ribu atau sekira Rp2 miliar untuk mendukung para penjaga taman Niokolo-Koba dengan baik.

Selain dari kedua perusahaan tersebut, Lion Recovery Fund telah lebih dulu menghibahkan dana USD800 ribu atau setara Rp10 miliar untuk menyokong habitat singa di seluruh benua Afrika, dari Senegal di barat hingga Tanzania di timur. Begitu pula dengan Zambia dan Malawi yang ada di Afrika bagian selatan.

Baca Juga: Deretan Lokasi Berselancar Sekelas Internasional di Sekitar Pulau Sumatera, Salah Satunya Mentawai

"Singa di Afrika menghadapi berbagai ancaman manusia yang semakin meningkat seiring pertumbuhan populasi manusia dan ternak," ujar Peter Lindsey, direktur pelaksana konservasi Wildlife Conservation Network.

Di Afrika Barat, sub spesies singa telah diklasifikasikan sebagai "sangat terancam punah". Philipp mengatakan, hanya sekira 400 singa yang tersisa dari total 20 ribu singa di seluruh dunia. Dari 400 singa di Afrika Barat, sekira 90% berada di kawasan lindung yang membentang di Benin, Burkina Faso, dan Nigeria.

Baca Juga: Sederet Aplikasi Canggih Selama Travelling, yang Paling Keren Bisa Temukan Wi-Fi Gratis Lho!

The Leonardo DiCaprio Foundation yang merupakan yayasan milik aktor kenamaan Amerika Serikat itu pun memilih terlibat dalam pendanaan ini. Sebelumnya, yayasan ini juga telah bekerjasama untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam isu konservasi gajah.

Singa sendiri menjadi korban perburuan untuk dipasarkan secara gelap dalam potongan tertentu. Kulitnya dijual di pasar lokal dalam ukuran yang kecil. Sementara tulangnya dijual untuk memenuhi permintaan pasar yang berkembang di Asia.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini