Share

Penuhi Target Kunjungan 20 Juta Wisman, Indonesia Intip Rahasia Sukses Vietnam

Tentry Yudvi, Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017 14:43 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 18 406 1758326 penuhi-target-kunjungan-20-juta-wisman-indonesia-intip-rahasia-sukses-vietnam-SdphrGYNCx.jpg Ilustrasi Wisatawan Mancanegara Datang ke Indonesia (foto: Shutterstock)

72 tahun sudah Indonesia merdeka. Sejak itu, bumi Ibu Pertiwi pun menjadi sorotan bangsa lain karena keindahan alamnya yang begitu melimpah. Pariwisata Tanah Air juga semakin tahun semakin melonjak tingkat kunjungannya.

Indonesia bahkan sudah menduduki posisi Top 20 the Fastest Growing Destination in the World. Di mana pariwisata menyumbang posisi kedua terbanyak setelah pertanian dalam industri perekonomian Tanah Air, karena setiap bulan angka kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara terus menanjak.

(Baca Juga: Wow, Vietnam Punya Pagoda yang Berdiri di Atas Kolam Teratai)

“Vietnam tumbuh 24 persen dan kita 22 persen dan itu kita harus akui. Rahasia suksesnya Vietnam, mereka melakukan deregulasi,” ujar Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya.

Suasana di Hanoi, Vietnam (foto: Shutterstock)

Dibandingkan dengan Vietnam, tak bisa dipungkiri sistem regulasi Tanah Air masih sulit terutama bagi wisatawan mancanegara dan para investor untuk mengembangkan pariwisata. Lempar dari meja ke meja pun masih sering terjadi di dinas pemerintahan.

(Baca Juga: HARI MERDEKA: Kisah Kalisosok, Penjara Bawah Tanah yang Kejam di Surabaya)

“Indonesia di Bisnis Environment dunia menduduki posisi ke 63 dari 140 negara. Posisi ini karena lembaga-lembaga dunia menilai kita sudah dalam izin. Poin yang membuat ini rendah adalah permit, izin-izin kita dianggap perizinan terlalu berbelit-belit. kitalah yang harus merubah,” jelasnya.

Tak bisa dipungkiri jika selama ini regulasi memang cukup sulit untuk diubah. Oleh karena itu, demi menumbuhkan angka fantastis di 2019 yakni menembus target 20 juta wisman dan 270 juta wisatawan nusantara yang berguna untuk devisa negara. Kementrian Pariwisata pun membentuk Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata di setiap daerah terutama 10 destinasi prioritas.

(Baca Juga: SHARE LOC: Ngobaran, Pantai di Yogyakarta dengan Sentuhan Nuansa Bali)

“KEK ini saya buat untuk mempermudah perizinan sehingga orang ingin investasi mudah dengan sistem satu pintu untuk mengembangkan pariwisata sehingga tidak terjadi lempar-lempar antar meja,” jelasnya.

Suasana di Ho Chi Minh City (Shutterstock)

Perizinan mudah tentu saja akan membuat posisi Indonesia semakin tinggi di mata dunia. Sebab jika dibandingkan dengan Singapura dan Thailand, Indonesia masih ketinggalan jauh padahal dari segi keindahan alam, Indonesia menang. “Kuncinya sangat mudah, buatlah orang masuk ke Indonesia lebih mudah. Buatlah orang berinvestasi di Indonesia lebih mudah, sesederhana itu,” ujarnya.

(Baca Juga: Wajar Terjadi saat Terbang, Penumpang Tak Perlu Takut dengan Turbulensi)

Kehadiran KEK ini membantu untuk mempercepat pertumbuhan pariwisata di sebuah daerah seperti ITDC Nusa Dua Bali. Hanya saja, Nusa Dua membutuhkan waktu 20 tahun untuk menjadi seperti saat ini, Namun, kehadiran KEK ini bisa lebih cepat karena sistem pelayanan satu pintu dinilai efektif untuk mengembangkan destinasi wisata.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini