UNCOVER INDONESIA: Napak Tilas Sisa Kehidupan Kota Ampenan di Lombok

Tentry Yudvi, Jurnalis · Jum'at 18 Agustus 2017 21:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 18 406 1758515 uncover-indonesia-napak-tilas-sisa-kehidupan-kota-ampenan-di-lombok-Eh3vBOlWJG.jpg Kota Ampenan di Lombok (foto: Instagram/@septaria_andriyani)

SETIAP daerah selalu memiliki kawasan kota tua bekas penjajahan kolonial Belanda. Gedung-gedung tua bersejarah pun menjadi daya tarik tersendiri salah satunya Kota Tua Ampenan di Lombok.

Kota Tua Ampenan ini tahun 1928 menjadi salah satu tempat penting orang Belanda. Destinasi yang berdekatan dengan laut, membuat Belanda menjadikan kota tua ini sebagai pelabuhan utama di Lombok.

(Baca Juga: Uji Adrenalin Sambil Main River Tubing di Sungai Amprong, Yuk!)

(foto: Tentry Yudvi/Okezone)

Saat itu aktivitas pelabuhan sangat sibuk apalagi kurasan-kurasan harta kekayaan alam indonesia banyak dirampok oleh bangsa lain. Orang pribumi menjadi budak mereka untuk menguras kekayaan baik di atas mau pun di bawah laut.

(Baca Juga: Penuhi Target Kunjungan 20 Juta Wisman, Indonesia Intip Rahasia Sukses Vietnam)

Namun, jika Anda mampir sejenak ke Kota Tua Ampenan suasana sibuk sudah tidak terlihat lagi. Sepanjang jalanan begitu sepi, bangunan-bangunan tua banyak dimanfaatkan warga sebagai pemukiman dan juga restoran yang menyajikan makanan khas Lombok.

(foto: Tentry Yudvi/Okezone)

Coba saja menelusuri ujung jalan, Anda akan bertemu dengan Pantai Kota Tua Ampenan. Pantai ini sangat sepi ketika siang hari, hanya terlihat orang-orang sibuk memancing dan nongkrong sembari mendengarkan alunan musik dari gadget mereka.

(Baca Juga: SHARE LOC: Ngobaran, Pantai di Yogyakarta dengan Sentuhan Nuansa Bali)

Warung-warung makanan pun menjadi salah satu tempat yang lumayan cukup ramai. Ada banyak sajian yang bisa Anda nikmati ketika pergi ke sini, jangan lupa untuk mencoba ikan bakar bumbu dan kangkung Plencing yang menjadi ciri khas Lombok.

Suasana semakin sejuk ketika senja tiba, matahari begitu cantik menyapa tempat tua ini. Duduk santai di sebuah pendopo akan membuat pertualangan menjadi sangat nyaman, hiruplah udara segar dari angin lautnya.

(foto: Instagram/@yusuf.hmzh)

Saat malam tiba, sepanjang deretan toko rupanya ada sebuah kedai kopi. Uniknya. kedai ini juga menggunakan gedung tua sehingga rasanya seperti sedang berada di masa lalu. Saat Okezone memasuki kedai terlihat pajangan foto-foto masa lalu Lombok menjadi hiasan cantik.

(Baca Juga: Hore! Museum Antariksa Akan Ajak Pengunjung Saksikan Gerhana Matahari)

Tata kota yang rapih, dan suku pedalaman masih banyak ditemukan saat itu. Jika ditelusuri, Kota Tua Ampenan ini berhenti aktif sejak Belanda hengkang dari Indonesia setelah hari kemerdekaan.

Gelombang arus yang cukup besar lumayan berbahaya bagi nelayan untuk. tetap menjadikan kota Tua Ampenan sebagai pelabuhan. Kini Pelabuhan Utama pun berpindah ke Lembar, di mana gelombang tidak terlalu besar. (fid)

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini