Itinerary Keliling Turki Selama 12 Jam, dari Grand Bazaar hingga Hagia Sofia

Dada Sathilla, Jurnalis · Selasa 22 Agustus 2017 08:21 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 21 406 1760157 itinerary-keliling-turki-selama-12-jam-dari-grand-bazaar-hingga-hagia-sofia-77bUkF0VJS.JPG Masjid Biru, Istanbul Turki (foto: Instagram/@brosival)

NEGARA eksotis Turki tentunya menarik minat para traveler untuk mengunjungi. Meski hanya memiliki waktu 12 jam, saya memaksimalkan kesempatan itu untuk menjelajah kota tua Istanbul yang cantik dan berhasil mengunjungi beberapa ikon kota yang penting.

Kesempatan ini saya peroleh saat transit dari Amsterdam ke Kuala lumpur. Karena pesawat berikutnya baru akan terbang 12 jam kemudian, saya memutuskan memasuki kota terbesar di Turki, Istanbul. Saya bisa masuk ke Istanbul dengan menggunakan visa yang didapatkan dengan mendaftar secara online dan membayar 25 dolar AS.

(Baca Juga: SHARE LOC: Yeay! Snorkeling di Pulau Pinjan Enggak Perlu Basah-basahan Lho)

(foto: Dada Sathilla/Okezone)

Ada beberapa cara untuk menuju pusat kota, salah satunya dengan kereta bawah tanah. Namun saya bersama 2 teman dari Italia memilih naik taksi yang biayanya dibagi bertiga.

Tujuan pertama kami adalah Grand Bazaar untuk belanja tas dan suvenir. Kami memilih ke Grand Bazaar dulu karena hari sudah sore dan pasar akan segera tutup. Setelah berkendara selama 30 menit sampailah kami di Grand Bazaar.

(foto: Dada Sathilla/Okezone)

Di pasar tertua di dunia ini saya menemukan banyak barang menarik yang bisa dibeli untuk sendiri maupun oleh-oleh seperti lampion, sepatu & tas motif etnik, gantungan kunci, magnet hiasan kulkas, peralatan makan, kain sutra, aneka teh hingga makanan ringan khas Turki, baklava. Sedang dua teman saya memilih membeli tas branded yang dijual dengan harga miring di beberapa toko di Grand Bazaar.

Puas berbelanja, kami menuju ke destinasi wisata favorit di Istanbul yaitu Blue Mosque atau Sultanahmet Camii. Jaraknya ternyata dekat dengan Grand Bazaar sehingga kami memilih berjalan kaki. Kami pun sampai di Blue Mosque setelah berjalan kaki selama 10 menit.

(Baca Juga: UNCOVER INDONESIA: Mengulik Korowai, Suku Kanibal di Papua yang Jadi Sorotan Dunia)

(foto: Dada Sathilla/Okezone)

Di Blue Mosque, kami berfoto dan mengagumi keindahan arsitekturnya. Blue Mosque memiliki perpaduan gaya arsitektur Islam dan Bizantium. Keindahan masjid ini terletak pada kubah besar yang berjumlah 5, 8 kubah kecil dan 6 menara. Masjid kadang berwarna kebiruan dan saat matahari tenggelam masjid berwarna keemasan yang sangat indah.

(Baca Juga: Liburan ke Thailand Enggak Boleh Bawa Rokok Elektrik, Sanksinya Jutaan Rupiah!)

Tak jauh dari Blue Mosque, terletak ikon Turki lainnya, yaitu Hagia Sofia. Hagia Sofia dulunya gereja lalu saat pemerintahan Ottoman berganti fungsi menjadi masjid. Kini bangunan cantik ini difungsikan sebagai museum.

(foto: Dada Sathilla/Okezone)

Saat gelap tiba, kami mencari restoran yang tepat untuk makan malam. Dengan mengendarai taksi selama 20 menit sampailah kami di tepi selat Bosphorus. Selat ini memisahkan Turki bagian eropa tempat kami berada dengan Turki bagian Asia.

Salah satu tempat strategis untuk menikmati selat Bosphorus adalah di restoran Hamdi. Dari lantai 2 restoran ini kami menikmati makanan Turki yang paling populer, kebab, sambil memandangi Bosphorus. Hujan yang turun sejak sore tak mengganggu suasana.

(foto: Dada Sathilla/Okezone)

Karena pesawat akan berangkat jam 3 pagi akhirnya kami kembali ke bandara internasional Attaturk dengan menggunakan taksi. Waktu yang tersisa saya manfaatkan untuk membeli barang-barang duty free di bandara. Meski hanya 12 jam namun pengalaman liburan di Turki sangat berkesan. (fid)

(Baca Juga: Yuk Belajar Sejarah Jawa di Museum Terbaik Indonesia)

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini