Sebanyak 600 Ekor Burung Elang Botak Terbang Bebas Berkeliaran di Alaska

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 22 Agustus 2017 20:09 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 22 406 1760936 sebanyak-600-ekor-burung-elang-botak-terbang-bebas-berkeliaran-di-alaska-IaV7mycor0.jpg Elang Botak di Alaska (Foto: Odditty Central)

JIKA dibeberapa kota di Benua Eropa memiliki burung-burung merpati cantik yang berterbangan bebas, maka di Alaska Anda akan menemukan hal yang cukup kontras. Sebab, bukanlah merpati atau burung dara yang terbang dan mengepakkan sayap dengan bebas, tapi elang botak!

Mungkin, bagi sebagian besar orang elang botak bukanlah burung yang cocok untuk dilihat dari jarak dekat. Selain rupanya yang tidak bersahabat, burung ini juga termasuk dalam unggas karnivora atau pemakan daging.

(Baca Juga: BACKPACKER DIARY: Menjamah Air Terjun Tersembunyi Tukad Cepung di Bali)

Elang botak yang terkenal sebagai burung nasional Amerika Serikat, menjadi sebuah keberuntungan tersendiri bagi masyarakatnya jika melihat burung dari jenis ini dari jarak dekat. Namun, tidak demikian dengan masyarakat di Kota Unalaska, Alaska, mereka melihat burung elang bondol sama halnya seperti melihat burung merpati, bagaimana tidak? Burung-burung gagah tersebut hinggap di mobil-mobil, di kapal-kapal yang tengah bersandar dan bebas terbang ke sana ke mari selayaknya penguasa langit.

 (Baca Juga: BACKPACKER DIARY: Membelah Rimba Sambil Menyusuri Sungai Maron Pacitan)

Kota Unalaska memang telah lama menjadi rumah bagi 4.700 jiwa penduduknya dan sekaligus lebih dari 600 ekor elang botak yang gagah dan eksotis. Elang botak biasanya bersarang di pohon, tapi masalahnya di Unalaska tidak tersedia banyak pohon untuk jadi sarang mereka. Akhirnya, para burung membangun sarang mereka di tebing di pinggir kota atau di bangunan yang dibuat manusia.

Jumlah yang tidak sedikit tersebut membuat penegak hukum setempat memasang tanda peringatan pada saat tibanya musim burung elang botak bersarang, yaitu mulai awal Juni hingga akhir musim panas. Namun, walau pun sudah diberlakukan peringatan demikian, masih saja terjadi kasus pendudul Unalaska diserang elang dan harus mendapatkan perawatan medis.

(Baca Juga: BACKPACKER DIARY: Menjamah Kemisteriusan Gua Asnawi Lahat)

“Kami memiliki tanda-tanda yang kami pasang setiap tahunnya untuk mengingatkan penduduk kalau ada sarang elang di daerahh tersebut. Pasalnya, elang yang tengah bertelur dan menyarang akan menjadi lebih ganas dibandingkan biasanya. Mereka akan melakukan apa pun untuk melindungi anak-anak mereka, termasuk dengan melakukan penyerang terhadap manusia yang mendekati sarang mereka. Mereka akan melukai manusia dengan menggunakan cakar untuk mengoyak kepala mereka,” ucap Jennifer Shockley, Wakil Kapolri setempat, dikutip dari Oddity Central, Selasa (22/8/2017).

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini