Hiiiii, Tradisi Paling Menyakitkan di Dunia, Digigit Semut Peluru Ratusan Ekor!

Annisa Aprilia, Jurnalis · Selasa 22 Agustus 2017 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 22 406 1760950 hiiiii-tradisi-paling-menyakitkan-di-dunia-digigit-semut-peluru-ratusan-ekor-2uBv32nsoP.jpg Tradisi Digigit Semut Peluru di Amazon (Foto: All That Interesting)

TRADISI selalu ada pada setiap kelompok masyarakat yang menempati suatu daerah tertentu. Tiap daerah biasanya memiliki tradisi yang berbeda satu dengan lainnya. Bahkan, ada beberapa suku yang memiliki tradisi berbeda walau menempati satu daerah yang sama. Tradisi-tradisi tersebut biasanya diturunkan dari leluhur dan orang-orang terdahulu mereka untuk terus dilakukan.

Di Indonesia yang memiliki berbagai ragam suku dan budaya juga terdapat banyak sekali tradisi unik dan terkadang terkesan mistis. Menyerupai Indonesia namun tidak sama persis, di Brasil khususnya Amazon, ada sebuah suku yang kabarnya memiliki suatu ritual yang paling menyakitkan di dunia. Bukan soal memotong jari atau memasukkan ring di leher, namun kali ini ritual menyertakan serangga seperti semut.

Satere Mawe, suku asli Amazon Brasil tersebut memiliki ritual yang cukup ekstrem. Ketika anak laki-laki di suku Satere Mawe telah menginjak usia 13 tahun, mereka harus memasuki hutan untuk menemukan dan mengangkap semut peluru yang sekira satu inci panjangnya untuk digunakan dalam ritual tersebut. Setelah semut peluru terkumpul, tugas seorang pemimpin suku selanjutnya menenangkan semut dengan cara merendamnya ke dalam larutan herbal.

 

Setelah itu, semut akan berhenti bergerak, mereka akan di masukan ke dalam kantung terbuat dari anyaman bambu hingga bentuknya menyerupai sarung tangan. Anehnya, setelah didiamkan selama satu jam, semut yang sudah tenang tadi justru akan lebih meradang dari sebelumnya dan ritual pun dimulai.

Entah terbayangkan atau tidak dalam benak Anda, ketika harus memasukkan tangan ke dalam sebuah kantung yang berisi semut-semut ganas dan menggigit, berjumlah ratusan ekor selama 10 menit. Digigit semut satu ekor saja sudah mampu buat tangan sakit, apalagi ratusan? Rasa sakit yang tidak tertahankan itu tidak jarang membuat anak-anak yang hendak beranjak dewasa itu berseru dan menjerit.

 

Ritual ini dilakukan untuk menyiapkan mental mereka agar dapat menghadapi dunia dengan kedewasaan. Setiap anak laki-laki yang akan beranjak dewasa diharuskan untuk mengenakan sarung tangan isi semut peluru tersebut 20 kali dalam beberapa bulan, karena menurut suku Satere Mawe, kedewasaan dalam pengertian mereka dipahami sebagai sikap yang dapat menahan rasa sakit tanpa menangis atau menunjukkan kelemahan. Padahal, menurut Schmidt Sting Pain Index (SSPI), skala yang sakit yang dapat diberikan oleh semut peluru 30 kali lebih menyakitkan daripada sengatan lebah, dikutip dari All That is Interesting, Selasa (22/8/2017).

 

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini