Liburan Bersejarah di Aceh, Coba Datang ke Menara Air Belanda! Bangunannya Unik dan Indah ketika Malam

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Rabu 30 Agustus 2017 14:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 08 30 406 1766076 liburan-bersejarah-di-aceh-coba-datang-ke-menara-air-belanda-bangunannya-unik-dan-indah-ketika-malam-oefKFRwZ6N.jpg Bangunan bersejarah di Aceh (Foto: Salman/Okezone)

BANGUNAN peninggalan sejarah yang pernah di suatu tempat selalu menjadi daya tarik untuk dikunjungi. Meski penuh dengan sejarah yang pahit, namun bangunan-bangunan ini cukup menarik.

Salah satu kota dengan bangunan peninggalan sejarah yang patut dikunjungi adalah Banda Aceh. Berikut Okezone rangkum 4 bangunan peninggalan Belanda di Banda Aceh yang bisa Anda kunjungi saat berlibur:

Menara air Belanda

Menara air ini merupakan bangunan peninggalan Belanda yang dibangun pada 1880-an di lintasan keraton dan taman sari. Bentuk menara berwarna putih ini seperti tabung yang dilengkapi dengan balkon di bagian atas. Dikutip dari buku “Banda Aceh Heritage” yang ditulis oleh Kamal A. Arif dan Salmawaty, menara ini berfungsi untuk menampung air dari Mata le, lalu didistribusikan ke seluruh Koetaradja yang sekarang bernama Banda Aceh. Saat ini, bangunan menara air menjadi salah satu bangunan unik di Banda Aceh dengan cahaya lampu menara yang indah saat malam hari.

Stasiun Kereta Api

Stasiun kereta api ini dibangun oleh Belanda pada 1874. Stasiun ini difungsikan sebagai portal distribusi militer yang menghubungkan Pelabuhan Ulee Lheue dan Lambaro sampai ke Medan. Awalnya, rel dibangun sepanjang 5 kilometer. Lalu pada abad ke-20 pembangunan rel kereta api dilanjutkan hingga bagian timur Aceh melewati Sigli, Bireuen, Lhokseumawe, Langsa, dan Medan.

Bioskop Garuda

Gedung bioskop yang sangat sederhana ini dibangun pada 1930-an dan bernama Deli Bioscope. Dulu, pemutaran film di bioskop ini menggunakan sinar lampu yang ditembakkan ke layar. Kemudian setelah listrik masuk, gedung ini berganti nama menjadi Bioskop Garuda. Gedung ini pernah digunakan Soekarno untuk berpidato politik pada 16 Juni 1948. Kini, gedung ini telah beralih fungsi menjadi ICT Center di jalan Imam Bonjol.

Sentral Telepon Militer

Bangunan berwarna putih dengan jendela khas bangunan Belanda ini dibangun 1903. Terletak di ujung Jalan Teuku Umar, bangunan ini dimanfaatkan untuk memperoleh informasi tentang serangan para pejuang Aceh. Kini bangunan ini berada di tengah taman pohon trembesi yang tinggi. Anda bisa berkunjung dan menikmati nuansa bersejarah di area ini.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini