Dipenuhi Endapan Lumpur Tomat Merah, Begini Keseruan Festival La Tomatina 2017 di Spanyol

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Jum'at 01 September 2017 16:12 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 01 406 1767647 dipenuhi-endapan-lumpur-tomat-merah-begini-keseruan-festival-la-tomatina-2017-di-spanyol-zOqCwm1G24.jpg Festival tomat (Foto: Lonelyplanet)

FESTIVAL yang dilakukan dengan “perang tomat” kembali dilakukan di Spanyol. Tahun ini, sebanyak 22 ribu orang berpartisipasi dalam membuat sebuah sudut kota di Spanyol berwarna merah.

Bertempat di kota kecil Bunol, di dekat Valencia di Spanyol, Festival La Tomatina kembali menciptakan keseruan di akhir Agustus. Festival ini juga dikenal sebagai pertarungan makanan terbesar di dunia.

Festival La Tomatina digelar setiap tahun pada hari Rabu terakhir di bulan Agustus. Tahun ini acara dilakukan pada Rabu, 30 Agustus dan merupakan acara ke-72 kali festival ini diselenggarakan, di mana para penduduk lokal bercampur dengan turis turun ke jalan dan saling melempar tomat ke wajah atau bagian tubuh yang lainnya.

Baca Juga: Lupakan Buket Bunga Biasa, Pria Ini Lamar Kekasihnya Pakai Buket Daging dan Selada!

Kali ini, tomat yang dilemparkan dalam festival ini seberat 150 ton tomat matang. Sehingga sudah bisa diprediksi kekacauan seperti apa yang akan terlihat ketika festival berlangsung dan usai.

Meski tahun ini hanya diikuti oleh sekira 22 ribu wisatawan, Festival La Tomatina pernah begitu populer. Pada 2012, festival ini diikuti oleh sekira 50 ribu orang. Hal itu mendasari pemerintah setempat untuk meluncurkan sistem tiket.

Gelaran Festival La Tomatina diawali di pagi hari dengan datangnya truk yang mengangkut tomat matang ke Plaza del Pueblo yang ada di pusat kota. Kemudian acara akan dimulai ketika ada seseorang yang berhasil memanjat dan mencapai ke puncak sebuah tiang kayu setinggi dua lantai. Pada puncak tiang tersebut digantung ham, daging babi, yang menjuntai dan harus diambil untuk menandakan “pertarungan” segera dimulai.

Baca Juga: IDUL ADHA 2017: Tradisi Tak Sembelih Sapi di Masjid Menara Kudus, Pesan Toleransi yang Terjaga dari Sunan Kudus

Namun karena sulitnya mencapai ham, terkadang festival dimulai begitu saja dengan saling melemparkan tomat. Keseruan pun mulai terlihat sampai tomat-tomat tersebut pecah dan berceceran meninggalkan cairan seperti lumpur berwarna merah dari tomat.

Dilansir dari Lonelyplanet, Jumat (1/9/2017), tradisi ini tidak diketahui asal-usulnya. Namun pada tahun 1944 tradisi seperti ini sudah dilakukan. Salah satu teori yang populer di masyarakat setempat adalah, dahulu tomat-tomat dilemparkan kepada anggota dewan dalam perayaan kota. Kemudian perayaan ini berlangsung setiap tahunnya.

(vin)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini