3 Destinasi yang Wajib Anda Sambangi saat Berlibur di Toraja, Kete Kesu Salah Satunya!

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 04 September 2017 07:07 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 04 406 1768678 3-destinasi-yang-wajib-anda-sambangi-saat-berlibur-di-toraja-kete-kesu-salah-satunya-ILjavUpJ5o.jpg Wisata Tana Toraja (Foto: Dimas Andhika/Okezone)

DALAM kunjungannya beberapa waktu lalu, Ketua Umum Partai Perindo sekaligus Chairman MNC Group, Hary Tanoesoedibjo, sempat menuturkan bahwa Tana Toraja memiliki potensi wisata yang sangat layak untuk dikembangkan. Menurutnya, salah satu kelebihan Toraja dibandingkan daerah lain adalah kepedulian masyarakat lokal yang sangat menjunjung tinggi warisan budaya leluhur.

“Menarik, mereka begitu mempertahankan budaya dan kultur. Setiap daerah wajib untuk mempertahankan budayanya,” ujar Hary Tanoe di Lapangan Bakti Rantepao, Toraja Utara, Rabu 30 Agustus 2017.

 BACA JUGA:

Selama ini Toraja cukup dikenal karena keunikan budayanya yang begitu menarik untuk dieksplorasi. Mulai dari jejeran rumah tongkonan yang berdiri kokoh dan megah, hingga bukit berbatu yang menjadi tempat pemakaman para bangsawan-bangsawan Toraja.

Selain itu, Toraja juga memiliki pesona alam yang tak kalah indahnya. Di kawasan Lolai, Anda bisa menikmati secangkir kopi hangat sambil menikmati indahnya sinar mentari pagi dari atas bukit yang juga dikenal dengan sebutan Negeri di Atas Awan. Nah, jika dalam waktu dekat ini Anda memiliki rencana untuk berlibur ke Toraja, berikut Okezone rangkumkan 3 objek wisata yang wajib Anda sambangi.

Kete Kesu

Kete Kesu adalah sebuah desa wisata yang dikenal karena adat dan kehidupan tradisional masyarakatnya. Di tempat ini, Anda dapat menjumpai deretan rumah Tongkonan yang dihiasi dengan berbagai ukiran tradisional khas Toraja. Pada bagian depan rumah, terdapat patung kepala kerbau yang memiliki 3 warna yakni, putih, hitam, dan belang atau biasa disebut bule. Beberapa tongkonan juga terdapat tambahan kepala ayam atau naga, yang menandakan bahwa pemilik rumah tersebut dituakan di tempat itu.

Setelah puas melihat Tongkonan, Anda bisa langsung mengunjungi kuburan batu yang terletak di belakang rumah tersebut. Di sini, terdapat pemakaman adat yang sebagian besar jenazahnya terlihat jelas di atas maupun bagian bawah tebing. Selain itu, ada pula gua-gua kecil yang berisikan peti mati tradisional (erong) yang menyerupai perahu, namun ada pula yang berbentuk kerbau dan babi dengan pahatan atau ukiran yang menghiasi. Uniknya, kuburan batu ini diperkirakan berusia 500 tahun lebih. Untuk mengunjungi objek wisata ini, Anda hanya perlu menempuh jarak 4 km dari kota Rantepao.

Negeri di Atas Awan, Lolai

Lolai atau Lembang Mamulu merupakan sebuah perkampungan yang terletak di Kecamatan Kapalapitu, Kabupaten Toraja Utara. Karena letaknya yang sangat tinggi, tempat ini juga sering disebut dengan Negeri di Atas Awan. Sesuai dengan namanya, di Lolai, Anda dapat menikmati sinar matahari terbit yang menembus gundukan awan putih yang begitu memesona. Namun, untuk menikmati pemandangan indah itu, Anda harus berada di lokasi setidaknya sekitar pukul 05.30 WITA. Berdasarkan pernyataan salah satu pengelola tempat tersebut, jika Anda ingin menikmati pemandangan awan putih yang berkumpul hingga menyerupai lautan luas, waktu yang tepat untuk berkunjung tempat ini adalah pukul 08.00 WITA.

Jarak yang harus Anda tempuh untuk mencapai Lolai adalah sekitar 1 jam dari Kota Rantepao, Toraja Utara. Ada beberapa pilihan transportasi yang bisa Anda gunakan yakni, menyewa mobil dari penduduk lokal atau menggunakan kendaraan pribadi. Namun perlu diingat bahwa jalur yang akan Anda lalui cukup curam, sehingga membutuhkan konsentrasi dan tenaga yang ekstra saat berkendara.

Londa

Terletak 7 km dari selatan Kota Rantepao, objek wisata Londa berada tepat di Desa Sandan Uai, Kecamatan Sanggalangi, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Objek wisata ini menyuguhkan pemandangan eksotis makam-makam penduduk asli Toraja yang sudah berusia ratusan tahun. Di sini Anda dapat mempelajari asal usul makam bangsawan yang erat kaitannya dengan adat istiadat Toraja. Misalnya peti mati yang dikenal dengan sebutan erong. Peti mati ini hanya digunakan oleh para bangsawan atau masyarakat yang kedudukannya terhormat. Semakin tinggi letak petinya, semakin tinggi pula posisi orang tersebut di lingkungan masyarakat Toraja.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini