BACKPACKER DIARY: Jelajah Museum Keramik Hoi An, Koleksinya Sejak Abad ke-8 Masehi

Dada Sathilla, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017 16:04 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 08 406 1771967 backpacker-diary-jelajah-museum-keramik-hoi-an-koleksinya-sejak-abad-ke-8-masehi-wVu6WOnDCv.jpg Foto: Dada/Okezone

BERBAGAI barang diperdagangkan di Hoi An saat kota ini menjadi pelabuhan dagang utama di Asia Tenggara. Salah satunya adalah keramik. Keramik - keramik berdatangan ke Hoi An dari Jepang, India, Tiongkok, Thailand hingga Timur Tengah. Yuk intip seperti apa koleksi keramik kuno dari berbagai negara di museum keramik Hoi An. 

BACA JUGA: Foto-Foto Konyol yang Bisa Jadi Inspirasi saat Liburan

Museum yang bernama resmi Museum of Trade Ceramics ini memiliki koleksi keramik yang lumayan lengkap dari abad ke-8 hingga abad ke-18 Masehi. Museum keramik yang terletak di jalan Tran Phu 80, Hoi An ini buka setiap hari dari jam 8 pagi hingga 5 sore. Anda bisa melihat koleksi keramik di museum ini dengan membeli tiket masuk kota tua Hoi An. Tiket dijual di beberapa titik seperti di loket di jembatan dan di kantor informasi turis dengan harga 100.000 dong atau sekitar 50.000 rupiah. Dengan tiket ini anda bisa memasuki 5 bangunan bersejarah seperti rumah tua, museum dan menyaksikan pertunjukan seni. 

Sebelum mengintip koleksi keramiknya, Anda akan dibuat kagum dulu oleh lokasi museum ini berada. Museum keramik Hoi An berada di rumah tua bergaya arsitektur Jepang yang dulunya digunakan sebagai toko. Rumah kuno berwarna cokelat ini memiliki 2 lantai. Di bagian tengah rumah terdapat halaman kecil untuk bersantai. Pengunjung juga diperbolehkan naik ke lantai dua. Dari balkon lantai 2 kita bisa melihat suasana kota Hoi An yang selalu ramai dikunjungi para traveler.

Museum keramik Hoi An dibuka pada tahun 1975. Museum ini merekam saat keramik menjadi komoditas dagang utama pada abad ke-8 hingga ke-18. Saat itu kota Hoi An bernama Fai Fo. Keramik yang diperdagangkan di Hoi An berasal dari Jepang, Tiongkok, India, Thailand dan Timur Tengah. Total ada 430 keramik yang disimpan di museum ini. 

Keramik - keramik yang dipamerkan di museum ini merupakan koleksi keramik yang berhasil diselamatkan dan ditemukan meski zaman telah berubah. Beberapa ditemukan di dalam kapal yang tenggelam pada abad ke-18. Beberapa ditemukan lewat penggalian arkeologi di kota Hoi An. Disini anda bisa melihat keindahan keramik dari masa dinasti Tang Tiongkok (abad ke-7 hingga 10), keramik dari negara-negara Timur Tengah (abad ke-7 hingga 10) dan keramik Vietnam dari abad ke-15. 

Ada bermacam benda berbahan keramik di museum ini. Mulai dari mangkuk, piring, botol, teko, cangkir, cawan hingga guci. Jangan lewatkan replika kapal dagang yang dipamerkan di bagian depan museum. Kapal ini dulunya digunakan para pedagang untuk membawa keramik dagangan ke Hoi An. Anda juga bisa menelusuri perkembangan perdagangan keramik antar negara di Hoi An lewat gambar dan grafik yang ditampilkan di museum. 

Baca Juga: Berniat Beli Rumah dengan Fasilitas Bandara? Syaratnya Harus Punya Hobi Ini

Anda juga bisa berbelanja keramik serta kerajinan tangan khas Vietnam di toko - toko di dekat museum keramik. Seperangkat teko teh dan cangkirnya dijual mulai dari 250.000 dong hingga 500.000 dong atau sekitar 125.000 rupiah hingga 250.000 rupiah. Tentunya anda bisa menawar hingga mendapatkan harga yang diinginkan. 

Baca Juga: Ya Ampun, Wanita Aljazair Rela Menahan Sakit karena Tato di Wajah demi Dipuji Cantik

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini