BACKPACKER DIARY: Berburu Street Food di Hanoi, Ajang Kenalan dengan Makanan Khas dan Budaya Setempat

Dada Sathilla, Jurnalis · Jum'at 08 September 2017 17:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 08 406 1771981 backpacker-diary-berburu-street-food-di-hanoi-ajang-kenalan-dengan-makanan-khas-dan-budaya-setempat-zaEflbaCPj.jpg Foto: Dada/Okezone

VIETNAM memiliki beragam street food yang kemasannya menarik dan rasanya enak. Jenis makanan pinggir jalannya juga berbeda dari satu kota dengan kota lainnya. Agar lebih mengenal street food Hanoi, beberapa traveler memutuskan mengikuti tur street food. Selain harganya terjangkau, dengan ikut tur kita bisa mencoba berbagai macam makanan pinggir jalan tapi terjamin bersih dan sehat. 

Tur street food di Hanoi bisa dibeli di berbagai tempat seperti travel agent, website, hostel maupun hotel. Saya membelinya di hotel tempat kami menginap yaitu Noble boutique hotel yang berada di dekat danau Hoan Kiem. Harga paket tur adalah 20 dollar Amerika atau sekitar 270.000 rupiah per orang. Jam 11.30 pagi kami bertemu tour guide yang bernama Hung. Hung lalu mengajak kami memulai tur.

Baca Juga: Ya Ampun, Wanita Aljazair Rela Menahan Sakit karena Tato di Wajah demi Dipuji Cantik

BACA JUGA: Foto-Foto Konyol yang Bisa Jadi Inspirasi saat Liburan

Tujuan utama adalah ke sebuah warung kecil di pinggir jalan untuk menyantap makanan paling populer di Vietnam, Pho. Pho merupakan mie beras berukuran besar yang disajikan dengan daging dan kuah. Kami memesan 2 mangkuk besar Pho dan mencicipinya satu per satu dalam mangkuk kecil. Karena kami akan menyantap banyak makanan dalam tur ini maka kami hanya makan sedikit Pho. 

Pho yang kami makan adalah Pho ga atau mie daging ayam. Hung mengajari kami bagaimana cara menikmati Pho ala orang Vietnam. Yaitu dengan menyumpit mie dengan tangan kanan sementara tangan kiri menyendok kuah. Pho juga terasa lebih segar bila dinikmati dengan perasan jeruk nipis. 

Tujuan berikutnya adalah kios Banh Quan. Banh Quan merupakan jajanan atau makanan pembuka khas Vietnam yang berbentuk seperti lumpia. Bagian dalamnya diisi dengan sayuran dan daging. Banh Quan goreng ini rasanya enak dan gurih. Selesai mencicipi Banh Quan kami menuju ke kedai kopi untuk mengoba egg coffee.

Lokasi coffee shopnya lumayan tersembunyi. Kami harus masuk ke toko pakaian dulu kemudian naik tangga menuju lantai 2 dimana coffee shop ini berada. Coffee shop yang terletak di seberang danau Hoan Kiem ini menjual egg coffee dengan harga 20.000 dong atau sekitar 10.000 rupiah per cangkir. Namun karena kami ikut tur street food, kami tak perlu membayar lagi. Egg coffee rasanya unik, lebih creamy dari kopi biasa karena ada campuran telur di dalamnya. 

Perjalanan selanjutnya adalah menuju rumah makan Bun Cha. Bun Cha merupakan makanan khas Vietnam yang populer selain Pho. Bun Cha terdiri dari daging babi panggang yang disajikan bersama mie beras dan sayuran hijau serta saus pedas. Makanan asli Hanoi ini bahkan menjadi favorit mantan presiden AS Barrack Obama saat berkunjung ke Hanoi beberapa tahun lalu. 

Kenyang dengan makanan berat, akhirnya kami menyudahi tur street food ini dengan menuju kios Che atau dessert Vietnam. Che yang kami pilih adalah Che buah segar yang dicampur dengan susu kental manis. Juga ketan hitam yang dicampur yoghurt. Rasa manis Che sungguh pas menutup rangkaian petualangan street food yang kami ikuti siang ini. Tur selesai jam 2.30 siang. Kami pun kembali menjelajah kota Hanoi dengan perut kenyang. 

Baca Juga: Berniat Beli Rumah dengan Fasilitas Bandara? Syaratnya Harus Punya Hobi Ini

Dengan mengikuti tur street food kami jadi bisa mengenal makanan dan jajanan asli Hanoi serta budaya setempat.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini