Mengunjungi Kincir Angin & Pabrik Keju di Desa Tradisional Belanda, Zaanse Schans (1-Bersambung)

Dada Sathilla, Jurnalis · Jum'at 15 September 2017 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 15 406 1776482 mengunjungi-kincir-angin-pabrik-keju-di-desa-tradisional-belanda-zaanse-schans-1-bersambung-rjZED5DGmu.jpg Mengunjungi pabrik keju dan kincir angin di Belanda (Foto:Dada)

INGIN melihat kehidupan dan suasana Belanda di masa lalu? Di Zaanse Schans, Anda bisa menemukan rumah tradisional Belanda dari abad ke-17, pabrik, kincir angin yang masih berfungsi hingga kini dan bermacam keju. Zaanse Schans mudah diakses menggunakan kereta atau bis dari bandara internasional Schipol maupun Kota Amsterdam.

Para traveler yang mengunjungi Belanda sudah pasti ingin melihat langsung kincir angin. Belanda identik dengan kincir angin karena negara ini banyak menggunakan kincir angin untuk memproduksi listrik dan melakukan pekerjaan industrial lainnya. Ada beberapa lokasi di Belanda yang terkenal dengan kincir anginnya seperti Kinderdijk, Volendam dan Zaanse Schans.

 

Saya memilih mengunjungi Zaanse Schans pada musim semi lalu karena area ini tak begitu jauh dari Amsterdam, tempat saya tinggal selama di Belanda, serta mudah diakses dengan transportasi publik. Zaanse Schans bisa dicapai dengan naik kereta langsung dari bandara internasional Schipol atau Amsterdam Centraal Station. Selain itu bisa juga dicapai menggunakan bis. Saya sendiri naik kereta dari Amsterdam centraal station menuju Zaandijk Zaanse Schans. Tiket kereta harganya 3 euro atau Rp47.400. Perjalanan menuju Zaanse Schans memakan waktu sekitar 15 menit. Dari stasiun, perlu jalan kaki sekitar 15 menit untuk mencapai Zaanse Schans.

Zaanse Schans sebenarnya merupakan komplek desa tradisional Belanda dan museum yang terpelihara dengan baik. Di Zaanse Schans terdapat rumah - rumah kayu tradisional Belanda yang berwarna hijau, kincir angin yang masih berfungsi hingga kini, berbagai museum, peternakan, hingga bengkel para pengrajin. Bisa dibilang Zaanse Schans merupakan replika desa di Belanda pada akhir abad ke-19. Banyak dari bangunan di Zaanse Schans yang masih asli. Misalnya saja bangunan - bangunan tua di area Zaanstreek yang dipindahkan kesini pada tahun 1961 hingga 1974. Zaanse Schans bisa dikunjungi tanpa tiket masuk alias gratis.

 

Komplek desa tradisional Belanda ini berukuran lumayan luas. Kira- kira perlu waktu setengah hari untuk menjelajah semua bangunan di Zaanse Schans. Cara terbaik untuk menjelajahinya adalah dengan berjalan kaki, namun bisa juga dengan bersepeda maupun naik perahu. Saat memasuki area Zaanse Schans, yang pertama kali dilihat adalah rumah kayu tradisional Belanda yang berwarna hijau. Rupanya rumah-rumah ini masih ditinggali hingga sekarang sehingga turis tak diperbolehkan masuk.

Saat melewati sungai terlihat 5 kincir angin di area ini yaitu Het Jonge Schaap (kincir angin yang berfungsi untuk penggergajian), De Zoeker (pabrik minyak), De Kat (pabrik pewarna), De Gekroonde Poelenberg (pabrik gergaji) dan De Huisman (kincir angin yang berfungsi sebagai pabrik mustard). Kincir - kincir angin ini telah dibangun sejak abad ke-16. Rupanya salah satu kincir angin di sini asli dari Zaanse Schans dan masih berfungsi hingga kini. Sedang yang lain dipindahkan dari lokasi aslinya. Tentunya para wisatawan bisa mengunjungi kincir angin dengan membayar tiket masuk sebesar 4 euro atau sekitar Rp63.200 per kincir angin. Dengan masuk ke kincir angin Anda bisa melihat cara bekerja kincir angin dan naik ke bagian atap tentunya.

 

Area Zaanse Schans sengaja dibangun agar menyerupai suasana pedesaan di Belanda sebelum masa revolusi industri. Pada masa itu banyak kegiatan industri dikerjakan dengan kincir angin dan juga di pabrik - pabrik sederhana yang kini dijadikan museum di Zaanse Schans. Museum yang pasti dijumpai di area depan Zaanse Schans adalah Museum Albert Heijn.

Jangan lewatkan mengunjungi museum ini karena ia bisa dikunjungi dengan gratis. Albert Heijn merupakan jaringan supermarket tertua, terbesar dan terkenal di Belanda. Supermarket ini dibangun oleh Albert Heijn sejak tahun 1887. Di dalam Museum Albert Heijn Anda bisa melihat isi supermarket pada abad ke-19 yang menjual berbagai barang kebutuhan sehari - sehari seperti rempah - rempah dan kopi. Anda juga akan menemukan alat penggiling kopi kuno. Museum Albert Heijn buka setiap hari kecuali senin dari jam 10.30 pagi hingga 4.30 sore waktu setempat.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini