BACKPACKER DIARY: Serunya Menjelajahi Amsterdam dengan Bersepeda, Kota Paling Ramah Sepeda di Dunia (Bagian 1-Bersambung)

Dada Sathilla, Jurnalis · Sabtu 16 September 2017 14:33 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 16 406 1777253 backpacker-diary-serunya-menjelajahi-amsterdam-dengan-bersepeda-kota-paling-ramah-sepeda-di-dunia-bagian-1-bersambung-K0qBtSrkrK.jpg Bersepeda di Amsterdam (Foto: Dada Sathilla/Okezone)

ADA banyak moda transportasi yang bisa dipilih kala mengunjungi ibukota Belanda, Amsterdam. Namun Belanda terkenal sebagai pengguna masif sepeda.

Menjelahi kota Amsterdam yang cantik seperti warga lokal tentunya memberi kesan lebih saat traveling. Sepeda yang digunakan di Amsterdam umumnya sepeda onthel yang dulu pernah populer di Indonesia.

Amsterdam merupakan kota paling ramah terhadap sepeda di dunia. juga pusat budaya bersepeda. Ada banyak fasilitas bagi pesepeda di Amsterdam seperti lajur khusus sepeda dan parkir sepeda gratis. Tak salah bila sepeda menjadi pilihan transportasi utama saat traveling ke Amsterdam, Belanda.

Saya menggunakan sepeda dari Amstelveen menuju kota Amsterdam musim semi lalu. Sepeda yang saya pakai dipinjamkan oleh seorang teman dari Belanda. Perjalanan selama 15 menit ini terasa cepat karena sepanjang jalan tak ada macet.

Jalanan juga sangat bersih tanpa sampah. Sepanjang jalan saya menjumpai banyak pemandangan indah seperti rumah bergaya khas Belanda lengkap dengan taman cantik, sungai kecil, kanal - kanal serta rumah perahu.

Untuk menuju Amsterdam centraal atau stasiun pusat kota Amsterdam perlu menyeberang laut. Saya dan teman bersama pesepeda lainnya menyeberang dengan menggunakan kapal feri.

Jasa penyeberangan ini bisa dipakai dengan gratis. Selain sepeda, motor bahkan mobil kecil juga bisa menyeberang dengan kapal feri. 2 menit kemudian, tibalah saya di pintu keluar utara Amsterdam centraal.

Bersepeda di Amsterdam sangatlah aman karena selalu ada lajur khusus pesepeda. Bus, trem dam mobil berjalan di jalurnya masing - masing. Selain cepat, traveling dengan sepeda membuat tubuh bugar.

Setelah mengayuh beberapa menit akhirnya saya tiba ditujuan utama yaitu EYE Film Institute Netherlands atau Eye film museum. Alasan asli saya mengunjungi bangunan ini sebenarnya untuk melihat tulisan raksasa I amsterdam di depan museum. Ada beberapa lokasi tulisan I amsterdam, salah satunya di depan museum ini.

 

Selanjutnya saya memasuki bangunan berwarna putih ini. Eye film museum merupakan museum yang menyimpan koleksi film Belanda dan film asing. Disini kita bisa mempelajari sejarah perfilman Belanda.

Ada sekitar 37.000 film yang disimpan disini, belum termasuk poster film, foto dan buku - buku. Museum ini gratis dikunjungi. Para pengunjung juga dipersilakan ikut menonton film yang sedang diputar di bioskop di dalam tanpa biaya.

 

Dari Eye film museum saya dan teman kembali mengayuh sepeda menuju area museumplein atau alun - alun museum. Disini terdapat beberapa museum yang sangat terkenal di Belanda.

Meski Amsterdam tak begitu dikenal karena seni seperti halnya Paris namun museum di area ini memajang beberapa karya para seniman terbesar di dunia salah satunya Van Gogh yang memang berasal dari Belanda.

Di museumplein inilah saya menemukan tulisan raksasa I Amsterdam. Tak seperti di depan Eye film museum, disini banyak turis yang mengantre ingin berfoto di ikon kota Amsterdam ini. Di belakang tulisan menjulang Rijkmuseum yang bangunannya bergaya gothic berbentuk mirip kastil.

Rijkmuseum merupakan museum yang paling terkenal di Amsterdam dan paling sering dikunjungi. Museum ini juga yang terbesar dan menyimpan karya seni Belanda klasik yang paling penting. Karya seniman besar Belanda banyak disimpan di museum ini seperti karya Rembrandt dan Albert Cuyp. Rijkmuseum bisa dikunjungi dengan membeli tiket seharga 17,5 euro atau sekitar 275.750 rupiah per orang.

Di seberang Rijkmuseum dan I Amsterdam ada kolam persegi panjang yang cantik. Rupanya tempat ini merupakan tempat hang out warga Amsterdam dan turis. Saat musim semi kolam ini berisi air namun akan berubah menjadi area ice skating saat musim dingin. Saya dan teman menghabiskan waktu beberapa saat di pinggir kolam sambil menikmati angin sejuk musim semi.

Tak jauh dari area kolam berdiri museum terkenal di Amsterdam lainnya, Van Gogh Museum. Museum ini didedikasikan untuk karya - karya Vincent Van Gogh yang semasa hidupnya pernah tinggal beberapa saat di Amsterdam.

Museum yang berada di salah satu gedung modern di area ini memajang beberapa karya Van Gogh yang paling terkenal seperti The Potato Eaters dan Sunflowers. Museum Van Gogh merupakan museum yang paling sering dikunjungi di Amsterdam setelah Rijkmuseum. Ia bisa dikunjungi dengan membeli tiket masuk sebesar 17 euro atau sekitar 268.000 rupiah per orang. Pengunjung dibawah 18 tahun bisa masuk gratis.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini