Lupakan Wisata Romantis Menara Eiffel, Nih Destinasi Travelling Menyisir Pedesaan hingga Kawasan PD 1 di Perancis

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 22 September 2017 18:47 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 22 406 1781141 lupakan-wisata-romantis-menara-eiffel-nih-destinasi-travelling-menyisir-pedesaan-hingga-kawasan-pd-1-di-perancis-cqJkygDwAK.jpg Foto: baiedesomme

PERANCIS ditandai pastinya adalah salah satu destinasi wisata mewah nan romantis yang pasti melekat dengan menara Eiffel.

Namun, jika Anda bosan dengan predikat itu dan ingin menjauh dari pusat Kota Paris yang sibuk, Anda bisa mencoba beberapa kawasan yang berbeda. 

Perancis utara yang terkenal dengan medan perang dan landmark peringatan ternyata juga memiliki pemandangan yang indah, pantai yang belum terjamah, dan beberapa masakan terbaik di negara ini. Daerah dataran rendah di utara Perancis ini biasanya dikaitkan dengan peringatan Perang Dunia (PD) I.

Namun, sebetulnya wilayah ini memiliki lebih banyak hal untuk ditawarkan kepada wisatawan, mulai daerah pedesaan yang alami hingga resort pantai kuno yang belum banyak diketahui, termasuk oleh orang Perancis. Misalnya Somme, yang merupakan departemen atau kawasan yang masuk kawasan Perancis. 


Foto: baiedesartistes


The Baie de Somme, seperti diketahui, adalah tempat William the Conqueror mengumpulkan tentaranya sebelum berangkat untuk melawan orang Inggris di Hastings. Sekarang lahan basah unik ini menawarkan sejumlah kegiatan liburan ekologis dan satwa liar. Di sini Anda bisa melakukan berbagai kegiatan outdoor, seperti berkemah dan glamping hingga hotel yang ramah keluarga.

Jangan ditanya tentang makanannya karena semua masih segar langsung dari laut dan keju langsung dari pembuatnya. Teluk Somme Teluk Somme yang luas adalah pemandangan yang selalu berubah seiring pasang surut. Perjalanan tiga jam melintasi teluk dengan pemandu berkualitas adalah pengalaman utama di sini. 

Biayanya yakni 15 euro (Rp236.000) untuk orang dewasa dan 7 euro (Rp110.000) untuk anak-anak. Pilihan lainnya termasuk perjalanan kano mengikuti pasang surut dengan tarif 35 euro (Rp551.000) untuk dewasa dan 20 euro (Rp315.000). Pengunjung juga bisa naik kuda melintasi pasir atau tur kereta uap kuno yang lebih santai di sepanjang jalan di sekitar teluk dari Saint-Valery sampai Le Crotoy. Pelabuhan Saint-Valery yang indah memiliki vila-vila pinggir laut yang besar, yang pernah disewa para tokoh terkemuka, termasuk Victor Hugo, Edgar Degas, dan Alfred Sisley. 

Untuk semakin merasakan embusan angin dan suasana alami, turis bisa mencoba bersepeda dan berperahu di Sungai Somme. Apalagi, Sungai Somme membentang berkelok-kelok di lembahnya yang menghijau sepanjang 70 km antara Amiens dan pantai. Jalur ini akan melintasi danau kecil dan kanal yang akan membuat rute bersepeda atau berjalan kaki lebih terasa asri. Adapun cottage di Ailly-sur-Somme dibuka kembali sebagai kantor tahun ini. Di sini pengunjung bisa menyewa sepeda, beberapa di antaranya sepeda listrik, dan kapal. 

BACA JUGA:

Yeay, Candi Prambanan Kini Hadirkan Taman Bacaan Buku-Buku Sejarah

BACKPACKER DIARY: Menyisir Wisata Syahwat di Red District Amsterdam...


Parc du Marquenterre Dikutip The Guardian, di sebelah utara teluk terbentang pantai dan bukit pasir serta taman seluas 200 hektare di Marquenterre. Di sini sekitar 300 spesies burung bermigrasi berhenti atau bersarang. Pencinta alam dapat menyewa teropong dan mendaki setinggi 7 km, dengan jumlah 12 pendaki bersama pemandu untuk membicarakan burung. Katedral Amiens Katedral yang biasa disebut Notre Dame ini merupakan katedral abad pertengahan terbesar di dunia dan masuk daftar UNESCO. Patung-patung gotik di fasad begitu luar biasa dan pada malam hari akan terdengar suara serta pertunjukan cahaya gratis pada musim panas. 


Foto: tripadvisor

Tempat Peringatan Medan Perang Mengunjungi tempat peringatan, pemakaman, dan museum Somme adalah pengalaman yang sangat emosional dan bisa menjadi luar biasa. Untuk membayangkan seperti apa dan bagaimana jalannya Perang Parit, mulailah dengan melihat dan mengamati Newfoundland Memorial di Beaumont- Hamel.

Lalu, silakan menyusuri 10 km ke selatan, yakni lembah ke Museum Somme di Albert, untuk rekonstruksi bawah tanah yang menyedihkan dari kehidupan sehari-hari seorang prajurit. Pelancong juga bisa melihat Thiepval Memorial to the Missing yang dirancang Sir Edwin Lutyens. 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini