Selain Status Awas Gunung Agung di Bali, Aktifitas 3 Gunung Ini Juga Perlu Diketahui Pendaki

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 27 September 2017 05:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 26 406 1783394 selain-status-awas-gunung-agung-di-bali-aktifitas-3-gunung-ini-juga-perlu-diketahui-pendaki-OVu0HdUBDc.jpg Foto: legalera

PERHATIAN masyarakat Indonesia kini tengah tertuju pada aktifitas Gunung Agung, Bali. Gunung tersebut terus meningkatkan statusnya dari siaga level III menjadi pada status awas level IV pada 22 September 2017 lalu. Hal ini tentu harus jadi perhatian para masyarakat setempat demi keselamatan dan juga para pendaki disarankan untuk tidak mendekati gunung dalam waktu dekat.

Negara Indonesia yang berada pada titik pertemuan tiga lempeng tektonik yang saling bertabrakan, yaitu lempeng Eurasia, lempeng Indo-Australia dan lempeng Pasifik membuat Indonesia pada akhirnya memiliki rangkaian gunung api aktif. Untuk itu, sebagai masyarkat Indonesia tidaklah heran lagi jika ada beberapa gunung api yang beraktifitas lebih pada waktu-waktu tertentu.

Saat ini, sebenarnya tidak hanya Gunung Agung saja yang beraktifitas lebih tinggi dari biasanya, namun juga ada beberapa gunung yang ada di rangkaian gunung api aktif di Indonesia yang juga perlu diketahui oleh para warga terutama para pendaki yang hendak merencanakan pencapaian puncak dalam waktu dekat ini.

Melansir dari laman resmi Kementeriaan Energi dan Sumber Daya Mineral Badan Geologi, Selasa (26/9/2017), berikut sederet gunung api di Indonesia yang aktifitasnya meningkat dan perlu diwaspadai.

Gunung Sinabung, Sumatera Utara

Level gunung yang  berada di Sumatera Utara ini kabarnya telah menduduki level IV awas. Gunung setinggi 2.460 meter di atas permukaan laut tersebut sejak Senin, 25 September 2017 hingga pagi ini menunjukan aktifitas berupa kabut dan asap putih tipis teramati hingga ketinggian 50-100 meter di atas puncak. Melalui rekaman seismograf, tercatat sudah 2 kali terjadi erupsi atau letusan, terekam pula 52 kali guguran lava dan secara visual teramati meluncur sejauh 500-1000 meter kearah tenggara-timur dan selatan.

Masyarakat atau pendakai sebaiknya tidak melakukan aktifitas di dalam radius 3 kilometer dari puncak dan secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 kilometer ke selatan-tenggara, 6 kilometer ke tenggara-timur dan 4 kilometer timur-utara.

Gunung Dieng, Jawa Tengah

Aktifitas lainnya juga terjadi pada gunung Dieng, Jawa Tengah. Sejak kemarin, Senin (25/9/2017) aktifitas gunung sudah pada tahap level II Waspada. Kemarin pagi, visual dari Gunung Dieng tampak jelas tertutup kabut, asap kawah berwarna putih tipis-tebal dengan tekanan lemah setinggi 10-60 meter di atas puncak. Melalui rekaman seismograf, sudah tercatat 8 kali gempa hembusan dan tremor.

Dengan adanya peningkatan aktifitas tersebut, maka masyarakat dan wisatawan disarankan untuk tidka mendekati kawah sileri dalam jarak 1000 meter dari bibir kawah, masyarakat yang bermukim sejauh 1 kilometer dari bibir kawah pun sebaiknya diungsikan ke tempan yang lebih aman, karena gas Co2 dan H2S sangat berbahaya.

Gunung Dukono, Halmahera

Memasuki tahap aktifitas level II Waspada, Gunung Dukono kabarnya mengalami erupsi terus menerus. Berdasarkan informasi yang ada di laman Kementerian ESDM, gunung setinggi 1229 meter di atas permukaan laut tersebut tampak jelas hingga berkabut. Rekaman pada seismograf menunjukkan sudah tercatat sebanyak 18 kali erupsi atay letusan.

Masyarakat dan pendaki sebaiknya tidak mendaki dan tidak beraktifitas di dekat gunung terutama kawah Malupang Warirang di dalam radius 2 kilometer terlebih dahulu, agar keselamatan dan nyawa tetap terjaga.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini