Bukan Berisi Lembar Halaman, Buku di Perpustakaan Jerman Isinya Malah Daun Kering Hingga Akar Pohon

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 27 September 2017 07:00 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 26 406 1783435 bukan-berisi-lembar-halaman-buku-di-perpustakaan-jerman-isinya-malah-daun-kering-hingga-akar-pohon-Xk1c06BTCJ.jpg

BANYAK perpustakaan unik mulai bermunculan pada abad ke 18 di Jerman. Buku-buku yang ada di dalam perpustakaan pun bukanlah jenis buku yang biasa Anda lihat. Penasaran jenis buku seperti apa yang ada di perpustakaan unik di Jerman tersebut?

Buku-buku yang ada di dalam perpustakaan disebut xylothek. Nama yang berasal dari bahasa Yunani tersebut secara harfiah artinya xylon itu pohon dan theke adalah penyimpanan. Jadi, Xylothek bisa diartikan sebagai wadah penyimpanan pohon.

Buku-buku  Xylothek tersebut bersampul kayu dan di dalamnya pun berisi kayu, ranting pohon dan daun. Melansir dari Atlas Obscura, Senin (25/9/2017), istilah ini biasanya mengacu pada buku yang terbuat dari kayu dan diisi dengan spesimen kayu juga.

Xylothek atau yang juga dieja xylotheques pertama kali mulai muncul pada akhir abad ke 17. Hingga akhirnya menjadi sangat populer di akhir abad ke 18 dan awal abad ke 19 di Jerman. Setiap buku yang ada di dalam xylothek dibuat dari jenis kayu tertentu, tulang belakang ditutupi dengan kulit kayu.

Para pengunjung yang datang dan hendak membuka buku tersebut akan tercengang, karena mereka tidak akan menemukan lembaran-lembaran halaman dan bahkan tidak dapat membacanya. Pasalnya, setelah dibuka, buku tersebut hanya terisi daun kering, bunga, bibit, akar dan bahkan cabang, dengan kompartemen khusus di tulang belakang yang terdapat deskripsi tertulis tentang biologi dan spesies tersebut.

Bagian koleksi khusus di perpustakaan Ilmu Pertanian Universitas Swedia di Alnarp, Swedia, berisi contoh indah dari jenis xylothek, yang dibuat di Nurnberg, Jerman, pada awal abad ke 19. Xylothek serupa juga ditemukan di Prancis, Austria, Italia dan Republik Ceko.

Tidak hanya berisi daun kering, bunga, ranting, akar, dan bibit, beberapa xylotheks menampilkan lukisan spesimen di dalamnya yang berasal dari tanaman itu sendiri. The Collection Ekonomi di Inggris Kew Gardens memiliki xylothek yang berasal dari abad ke 19, di Meiji Jepang yang mencakup 26 panel, masing-masing terbuat dari kayu dan kulit pohon tertentu, serta dicat dengan warna daun dan bunga yang jadi ciri spesies itu.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini