Zaanse Schans, Melihat Kincir Angin dan Pabrik Keju di Desa Tradisional Belanda

Dada Sathilla, Jurnalis · Rabu 27 September 2017 16:13 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 27 406 1784053 zaanse-schans-melihat-kincir-angin-dan-pabrik-keju-di-desa-tradisional-belanda-4WVdhP8pOw.jpg Foto: Dada/Okezone

TAK lengkap rasanya ke Belanda tanpa mencicipi kelezatan keju. Di Zaanse Schans tepatnya di pabrik dan toko keju De Catherine Hoeve, Anda bisa melihat proses pengolahan keju secara tradisional dengan gratis. Wisatawan juga bisa mencicipi berbagai macam keju yang telah disiapkan dengan gratis.

Para turis bahkan rela antri untuk mencicipi aneka keju seperti keju biasa, keju asap dengan ramuan herbal, keju dengan minyak zaitun, keju dari susu kambing, hingga keju berwarna hijau. Setelah mencicipi, anda bisa memutuskan keju mana yang anda suka. De Catherine Hoeve juga menjual keju bermacam rasa dan ukuran yang cocok dibeli untuk diri sendiri maupun oleh - oleh. Pabrik keju ini buka setiap hari dari jam 8 pagi hingga 6 petang. 

Di komplek desa tradisional Belanda ini anda juga akan menemukan pabrik pembuat sepatu khas Belanda klompen (sepatu kayu). Di The Wooden Shoe Workshop Anda bisa melihat proses pembuatan klompen dengan mesin modern, melihat bermacam klompen serta mengenal sejarahnya. Klompen merupakan sepatu kayu khas Belanda yang dimasa lalu sering digunakan para petani dan pekebun saat bekerja. 

Pada abad ke-17 dan 18, Klompen juga digunakan sebagai alat untuk melamar seorang gadis. Pemuda yang ingin melamar gadis pujaaannya akan membuat klompen dengan berbagai motif yang menarik. Klompen kemudian diberikan kepada sang gadis yang akan dipinangnya. Klompen bersejarah ini bisa dilihat di The Wooden Shoe Workshop. 

Di pabrik ini Anda bisa menemukan bermacam klompen dari berbagai ukuran, warna serta kegunaan. Ada yang diperuntukkan untuk kegiatan sehari - hari maupun acara spesial. Klompen - klompen ini juga bisa dibeli lho. Harganya  bervariasi mulai dari 10 hingga 20 euro atau sekitar 157.500 rupiah hingga 315.000 rupiah. Pabrik ini bisa dikunjungi dengan gratis dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore. Oya jangan lupa mengabadikan momen dengan salah satu ikon Belanda ini. Di bagian luar pabrik ada sebuah dinding yang dihias dengan bermacam klompen serta sebuah klompen raksasa yang diperuntukkan bagi turis yang ingin mengambil foto selfie. 

Ada beberapa museum lainnya di Zaanse Schans yang bisa dikunjungi dengan gratis. Diantaranya adalah Bakery Museum in De Gecroonde Duijvekater atau museum roti. Di museum yang juga merangkap sebagai toko ini anda bisa melihat bermacam bakery termasuk bakery khas Belanda, duivekater dan permen. Selain itu tentunya anda juga bisa berbelanja di toko yang terlah dibuka sejak tahun 1658 ini. 

Museum lainnya adalah Distillery Museum De Tweekoppige Phoenix yang memamerkan berbagai macam liquor buatan Belanda. Para wisatawan bisa mencicipinya dengan gratis serta membeli di museum yang juga berfungsi sebagai toko ini. 

Bila anda lelah setelah berjam - jam mengitari Zaanse Schans, di komplek desa ini terdapat coffee shops dan restoran, beberapa terletak di dekat pintu masuk. Anda juga bisa  menyusuri sungai Zaan dengan menggunakan perahu bila ingin menikmati keindahan Zaanse Schans dengan mudah. Zaanse Schans dikelola oleh komunitas masyarakat setempat, De Zaansche Molen, ingin melindungi kincir angin dan budaya tradisional Belanda. kini ia menjadi salah satu destinasi wisata utama di propinsi Belanda utara. 

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini