BACKPACKER DIARY: Menyisir Ujung Lao Cai, Serunya Wisata Perbatasan Vietnam-Tiongkok dengan Sleeper Bus

Dada Sathilla, Jurnalis · Rabu 27 September 2017 18:25 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 27 406 1784181 backpacker-diary-menyisir-ujung-lao-cai-serunya-wisata-perbatasan-vietnam-tiongkok-dengan-sleeper-bus-5IjKdVAQnz.jpg Foto: Dada/Okezone

VIETNAM memang berbatasan langsung dengan Rakyat Tiongkok di sebelah utara. Untuk menuju ke Tiongkok pun tak perlu naik pesawat. Cukup naik kereta atau bis selama 7 jam menuju kota perbatasan Lao Cai. Setelah itu Anda tinggal melangkah di perbatasan dan masuk ke wilayah Tiongkok. 

Hari Senin kemarin saya memutuskan travelling keluar Hanoi, ibukota Vietnam yang berada di sebelah utara negeri. Penasaran dengan kota perbatasan Lao Cai saya memutuskan naik bis menuju kesana. Sebenarnya ada 2 pilihan bila ingin ke Tiongkok lewat jalur darat. Naik kereta atau bis. Bila naik kereta bisa naik dari stasiun Ga Hanoi lalu naik sleeper train selama 7 jam. Kereta berangkat saat malam dan pagi. Tiket kereta bisa dibeli di travel agent, online atau di stasiun. 

Sleeper train ini cukup unik karena penumpang bisa tidur di tempat tidur susun layaknya hostel. Sleeper train dibuat senyaman mungkin dan dilengkapi dengan selimut, ber ac, kamar mandi, serta bersih agar penumpang merasa nyaman selama 7 jam perjalanan. Dalam satu kompartemen ada 2,4 atau 6 tempat tidur susun. Semuanya bisa dipilih sesuai selera dan budget. Tiket sleeper train untuk 4 tempat tidur susun harganya 45 USD atau sekitar Rp. 600.000,00 . Sementara untuk 6 bed harga tiketnya 25 USD atau sekitar Rp. 334.000,00 .

Karena saya memilih naik bis maka sejak jam 4.30 pagi saya berangkat ke terminal bis My Dinh, Hanoi. Di terminal My Dinh saya membeli tiket bis Hason Haivan yang berharga 260.000 Dong atau sekitar Rp. 130.000,00 rupiah. Tiket ini sudah termasuk dengan fasilitas air mineral gratis. Setelah tiket di tangan saya bergegas naik ke atas bis berwarna kuning ini. Bus lalu berangkat jam 6 pagi dari Hanoi. Saya memilih naik bis karena konon pemandangan terlihat lebih indah dari bis. Serta jarak tempuhnya lebih pendek dua jam dari kereta. 

Saat tiba di atas bis saya lumayan kaget karena ternyata ini bukan bis seperti yang saya bayangkan. Rupanya bis ini berjenis sleeper bus dimana kursi penumpang digantikan dengan tempat tidur agar penumpang merasa nyaman selama perjalanan yang lumayan panjang. Supir bis juga memberi plastik hitam, sebagai sinyal agar sepatu disimpan di dalam plastik ini.

Sleeper bus ternyata nyaman juga karena setiap kursi tidur dilengkapi dengan bantal dan selimut. Saya merasa nyaman karena kaki bisa diluruskan, tak kan merasa pegal karena ditekuk berjam-jam. Sleeper bus juga dilengkapi dengan fasilitas free wifi.

Tak terasa hampir 5 jam bis berjalan menuju Lao Cai. Pemandangan di luar telah berganti dengan hamparan lembah dan bukit hijau serta persawahan. Pemukiman padat khas Hanoi berganti menjadi rumah - rumah desa. Jalanan senantiasa menanjak dan menyempit, memasuki jalan kecil berkelok - kelok tipikal area pegunungan. Jam 11 siang akhirnya saya tiba di terminal bus Lao Cai. 

Kota Lao Cai merupakan kota yang berada di provinsi Lao Cai, sebelah barat laut Hanoi. Kota ini berbatasan langsung dengan provinsi Yunnan di Tiongkok. Dengan melewati jembatan di atas sungai Red River, maka bisa mengunjungi kota Hekou yang berada di provinsi Yunnan, Tiongkok bagian barat daya. Tentunya diperlukan visa untuk melangkah ke Yunnan. Dari sini traveler bisa bepergian ke destinasi wisata Tiongkok seperti Kunming. 

Nah bagi Anda yang mau ke Lao Cai, Selamat berpetualang!

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini