BACKPACKER DIARY: Serunya Temukan Surga saat Tersesat di Lai Chau Vietnam

Dada Sathilla, Jurnalis · Kamis 28 September 2017 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2017 09 28 406 1784849 backpacker-diary-serunya-temukan-surga-saat-tersesat-di-lai-chau-vietnam-WwBZs3TVrL.jpg

SAAT travelling, kadang kita terlalu terpaku dengan itinerary atau rencana perjalanan. Dengan melupakan rencana sejenak, kadang kita malah bisa menemukan berbagai kejutan yang bisa menambah pengalaman liburan. Hal ini terjadi dengan saya ketika berlibur di kota pegunungan Sapa. Secara tak sengaja saya malah menemukan panorama spektakuler yang sangat mirip dengan alam perbukitan di Swiss.

Saya meninggalkan hotel di pusat kota Sapa dengan bekal peta yang diberikan oleh resepsionis hotel. Rencananya hari itu saya akan mengunjungi air terjun dan mendaki gunung Fansipan. Perjalanan berjalan lancar meski hujan turun di tengah jalan. Usai melihat keindahan Silver Waterfall, saya memutuskan melanjutkan perjalanan ke arah gunung Fansipan.

Rupanya kami salah membaca peta. Seharusnya kami balik arah namun kami terus melaju ke arah provinsi Lai Chau, sebuah provinsi lain di sebelah provinsi Lao Cai, lokasi Sapa berada. Dengan pede kami terus melaju di jalan raya. Panorama di sekitar jalan sangatlah indah. Lembah, bukit dan gunung terasa dekat sekali dari pinggir jalan raya. Kami bahkan bisa melihat jalan berliku bak ular dibawah sana. Jalan raya yang kami lewati dibatasi tebing tinggi yang dihiasi dengan bermacam pohon hijau. Keseluruhan panorama yang sangat memukai ini membuat kami tak sadar telah tersesat.

BACA JUGA:

Setelah melewati papan petunjuk "Selamat Datang di Lai Chau"  barulah kami baru sadar kalau ini bukan jalan yang seharusnya dilewati. Dengan memerhatikan peta akhirnya kami sadar kalau seharusnya kami balik arah. Ternyata sumber masalahnya ada pada nama Lai Chau dan Lao Cai yang mirip. Lai Chau adalah nama provinsi lain sementara Lao Cai nama desa tempat gunung Fansipan berada.

Saat balik arah menuju ke air terjun kembali kami melihat sekelompok orang tengah berdiri di sebuah gardu pandang. Rupanya spot ini dikenal sebagai tempat yang pas untuk menikmati panorama di jalan nasional Lai Chau. Dari gardu pandang sederhana yang terbuat dari kayu dan batang pohon kami kembali terpukau oleh keindahan pemandangan alam Lai Chau. Gunung berbaris berpadu dengan bukit - bukit. Awan terasa dekat dengan tempat kami berdiri. Saya merasa beruntung disini belum tertutup kabut sehingga kami bisa menikmati landskap yang super cantik ini.

Dari batas pandang hingga ujung seperti dipenuhi oleh jajaran gunung dan bukit. Dibawahnya pohon-pohon menutupi seluruh permukaan bukit, tak ada area yang gundul atau gersang. Sungai di bawah bukit membawa air jernih, meliuk bak ular panjang hingga ke bagian bawah lembah. Panorama di jalan raya Lai Chao ini benar-benar terlihat seperti alam Swiss di Eropa, atau pegunungan Alpen, seperti yang dituturkan banyak traveler dan buku panduan wisata.

BACA JUGA:

Kejadian salah baca peta ini ternyata malah memberi kejutan yang menyenangkan bagi perjalanan saya. Setelah puas bersantai di Lai Chau, kamipun kembali ke arah Silver Waterfall untuk kemudian menuju gunung Fansipan. Lai Chao merupakan provinsi yang paling jarang dihuni di Vietnam juga termasuk yang paling miskin. Seperti halnya Sapa, Lai Chau juga berbatasan dengan Republik Rakyat Tiongkok.

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini