Filosofi Mendalam Warna Hitam Bagi Suku Kajang di Sulawesi Selatan

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 19 Oktober 2017 16:39 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 19 406 1798633 filosofi-mendalam-warna-hitam-bagi-suku-kajang-di-sulawesi-selatan-RD7WXSZCdi.jpg Foto:netralnws

INDONESIA merupakan negara yang kaya akan ragam masyarakatnya. Berdasarkan data yang Okezone dapat dari sensus BPS 2010, negara kepulauan kita ini dihuni oleh lebih daru 262 juta jiwa, memiliki setidaknya 1.340 suku bangsa dengan 300 kelompok etnik.

Keragaman tersebut menyebar ke seluruh daerah yang ada di Indonesia. Sehingga, ketika para traveler mengunjungi salah satu pulau di Indonesia pasti akan menemukan perbedaan yang cukup kontras dengan pulau yang lainnya. 

Sulawesi Selatan contohnya, di daerah ini terdapat sebuah suku yang cukup unik, yakni Suku Kajang. Suku tersebut merupakan salah satu suku yang masih sangat tradisional. 

Mereka hanya menggunakan warna hitam sebagai pakaian.

Foto: libmagz

BACA JUGA

Duh! Darah Wanita Hamil Bahayakan Pria, Kenapa Ya?

Wow Daun yang Diprediksi Jadi Tren Kuliner Dunia Banyak Tumbuh di Indonesia!

Turun-temurun, 2 Keluarga Besar Ini Punya 12 Jari Tangan dan 12 Jari Kaki!

Putra Jokowi Pamer Foto Kecil Pakai Baju Kebesaran, Netizen: Mas Gibran Mirip Bapak

Warna hitam dipilih oleh suku yang berada di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan tersebut, karena hitam dianggap sakral. Lebih jauh, ternyata bagi anggota suku Kajang, warna hitam memiliki makna yang mendalam. 

Dengan mengenakan warna hitam, artinya manusia memiliki posisi yang sama dengan manusia lainnya, persamaan tersebut dipraktikan ke dalam segala hal, termasuk persamaan kesederhanaan. Bagi anggota suku Kajang, tidak ada warna yang lebih baik diantara warna yang lainnya. Dengan mengenakan warna hitam maka semuanya sama, setara, sederajat.

Bagi traveler yang hendak mengunjungi suku Kajang, perlu diketahui juga, Anda pun harus mengenakan warna hitam. Jadi, warna hitam tidak hanya berlaku untuk anggota suku saja, tapi juga bagi siapapun yang memasuki kawasan Ammatoa. 

Warna hitam yang dianggap sakral oleh suku Kajang, juga sebagai tanda kesamaan derajat bagi manusia di hadapan Tuhan. Kesamaan tersebut diantaranya, seperti kesamaan dalam bentuk wujud lahir, menyikapi keadaan lingkungan, kelestarian hutan yang harus dijaga keaslian dan kelestariannya, karena hutan merupakan sumber kehidupan manusia, seperti yang dikutip dari ammatoa.com, Kamis (19/10/2017).

(ade)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini