UNIK! Suku Asmat Punya Rumah Jew, Khusus Para Bujang

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 26 Oktober 2017 15:05 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 26 406 1802839 unik-suku-asmat-punya-rumah-jew-khusus-para-bujang-E71ezqHp37.jpg Rumah Jew (Foto: Indonesiakaya)

MENGUNJUNGI Papua, traveler akan mendapati banyak pengalaman baru. Pengalaman tersebut berupa hal yang tidak pernah mereka lihat dan dapatkan sebelumnya di daerah lain.

Pulau yang berada paling timur di Indonesia ini membuat setiap orang penasaran dan ingin mengunjunginya. Beberapa destinasi wisata juga ada di Papua, salah satunya Raja Ampat yang begitu menarik untuk dikunjungi dan disebut sebagai surganya Indonesia.

Padahal, keistimewaan Papua tidak hanya sekadar Raja Ampat, namun masih ada keunikan lainnya yang dapat disaksikan dan dilestarikan. Salah satu yang unik di Papua, yaitu rumah Jew.

BACA JUGA:

Bisa Jadi Acuan Langkah Pencegahan, Ini 5 Fakta Menarik Kanker Payudara

Ini Loh Penyebab Stretch Mark di Paha & Betis, Juga Cara Mencegahnya

 

Rumah yang berukuran cukup besar tersebut bukanlah sembarang rumah biasa. Namun, rumah Jew merupakan bagian dari adat dan kebudayaan masyarakat Suku Asmat yang mendiami wilayah Papua.

Suku Asmat sendiri merupakan suku yang dimiliki Indonesia dan masih bertahan dengan kehidupan yang tradisional. Rumah yang mereka tempati pun memiliki fungsi yang tidak seperti rumah pada umumnya.

Oleh karenanya, rumah Jew yang menjadi salah satu dari rumah yang ada di Suku Asmat memiliki fungsi tidak hanya sekadar tempat berteduh dan beristirahat, tapi juga jadi rumah bagi berkumpulnya kaum laki-laki yang belum menikah.Selain itu, rumah Jew juga kerap digunakan untuk berkumpul para pemuka adat dan pimpinan desa Suku Asmat.

Setidaknya, dalam satu desa di Papua mereka mempunyai satu rumah Jew. Dengan kata lain, rumah Jew berfungsi sebagai balai desa, karena sering digunakan untuk perkumpulan warga dan berdiskusi.

 

Rumah Jew merupakan rumah yang kokoh dengan bentuk memanjang dan memiliki pintu masuk lebih dari satu. Pondasi dan bahan utama pembuatan rumah Jew berupa kayu besi, sehingga membuat tampilan rumah Jew begitu kokoh dan megah.

Tidak hanya terbuat dari kayu besi, rumah Jew juga terbuat dari bahan-bahan alami lainnya, seperti daun nipah dan daun sagu sebagai atapnya. Pemilihan bahan-bahan bangunan yang alami tersebut ternyata dipengaruhi oleh keyakinan suku Asmat yang percaya leluhur mereka dan alam telah bersinergi, menyediakan kebutuhan dalam membangun rumah Jew, dikutip dari Indonesia Kaya, Kamis (26/10/2017).

Uniknya lagi, rumah yang panjangnya berkisar dari 10 hingga 20 meter ini trnyata tidak menggunakan paku besi. Suku Asmat benar-benar memilih bahan-bahan yang alami, bahkan untuk menggantikan fungsi paku besi pun mereka menggunakan tali rotan.

BACA JUGA:

Jelang Hari-H, Beredar Undangan Pernikahan Kahiyang dan Bobby versi Bahasa Inggris

SUNGGUH KREATIF!!! Labu Kuning Diukir Menjadi Sesuatu yang Bernilai Seni Tinggi, Bagaimana Bentuknya?

Biarpun menggunakan bahan bangunan yang 100 persen dari alam, tapi kekuatan dan kekokohan bangunan rumah Jew tidak boleh diragukan. Rumah Jew atau rumah bujang tersebut juga dianggap suci oleh suku Asmat. Pasalnya, dalam proses pembangunan rumah Jew masih diatur dalam aturan tradisi yang harus ditaati.

Selain itu, benda-benda keramat pun tersimpan di dalam rumah Jew. Benda-benda seperti tombak, panah atau noken, hingga tas anyaman disimpan dalam rumah Jew.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini