Awasi Lalu Lintas via Udara, Abu Dhabi Berencana Pakai Sepeda Motor Terbang

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 31 Oktober 2017 22:15 WIB
https: img.okezone.com content 2017 10 31 406 1806053 awasi-lalu-lintas-via-udara-abu-dhabi-berencana-pakai-sepeda-motor-terbang-HXRxrRpfCC.jpg Sepeda motor terbang di Abu Dhabi (Foto: People)

SALAH satu permasalahan yang sering dihadapi kota padat penduduk adalah kemacetan, terlebih jika terjadi lonjakan kendaraan. Bila sudah begitu, polisi lalu lintas diminta untuk bisa mengatasi kesemrawutan jalanan. Namun permasalahannya tidak sesederhana itu. Tak jarang polisi sulit mencapai titik kemacetan karena jalanan yang terlanjur padat.

Pemerintah Abu Dhabi tampaknya menyadari hal ini. Maka tak heran mereka membuat terobosan baru yaitu memasukkan sepeda motor terbang sebagai kendaraan polisi. Sepeda motor terbang ini diharapkan bisa memudahkan akses polisi menuju suatu tempat dan memantau kondisi jalanan melalui udara.

Rencana ini masih dalam tahap uji coba awal untuk melihat kegunaan sepeda motor terbang. Beberapa minggu sebelumnya, pemerintah menguji taksi pesawat tanpa awak. Gagasan dasar pengadaan kendaraan terbang ini adalah pemerintah ingin masyarakat memiliki dan mengoperasikan kendaraan secara intuitif dan aman.

Angka kecelakaan di kota-kota besar cukup tinggi. Banyak masyarakat yang kebut-kebutan dan tidak sabar dalam berkendara akibat kemacetan. Dengan adanya pengawasan dari udara, masyarakat nantinya diharapkan lebih tertib dalam berkendara sehingga menurunkan angka kecelakaan.

Terlepas dari semua itu, gagasan kendaraan terbang menjadi momen bagi Uni Emirat Arab untuk menunjukkan posisinya sebagai pemimpin global di bidang transportasi. Sebab sampai saat ini belum ada negara yang merealisasikan kendaraan terbang. Menurut Dmitriy Peskov, direktur Russia’s Agency for Strategic Initiatives (perusahaan yang membantu pengembangan kendaraan terbang), nantinya kendaraan ini tidak akan terbang dalam jarak tempuh yang jauh.

"Jelas kendaraan tidak terbang jauh, begitu juga dengan waktu tempuhnya. Kendaraan tidak akan berlama-lama di udara. Hanya saja kendaraan bisa naik hingga ketinggian tertentu," pungkasnya seperti yang dikutip dari People, Selasa (31/10/2017).

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini