Berada di Tempat Terpencil, Reruntuhan Kota Nan Madol di Pasifik Barat Dianggap sebagai Kota Penyihir

Tiara Putri, Jurnalis · Selasa 21 November 2017 19:22 WIB
https: img.okezone.com content 2017 11 21 406 1818004 berada-di-tempat-terpencil-reruntuhan-kota-nan-madol-di-pasifik-barat-dianggap-sebagai-kota-penyihir-wIuP6C9w0Q.jpg Nan Madol (Foto: Oddity Central)

SETIAP tempat bersejarah tentu memiliki cerita uniknya masing-masing. Di daerah terpencil Pasifik Barat, ada sebuah kota kuno yang terbuat dari terumbu karang. Kota itu bernama Nan Madol. Banyak teka-teki di sana yang membuat orang bertanya-tanya.

Nan Madol terdiri dari 92 pulau buatan dan terhubung dengan jaringan kanal sehingga diberi julukan Venice di Pasifik. Dari penanggalan karbon, terungkap struktur dinding kota berusia 900 tahun. Bila ditelaah, batuan yang ada di kota itu termasuk batuan basal yang berasal dari steker vulkanik atau tempat magma mengeras di dalam lubang gunung berapi yang aktif.

Banyak hal yang menjadi pertanyaan para arkeolog mengenai kota ini. Mulai dari cara pemindahan batu yang berasal dari sisi berlawanan hingga alasan pembangunan kota di tengah lautan. Terlebih lokasi tersebut jauh dari peradaban. Menurut seorang penjelajah, George Kourounis, ada hal aneh yang terjadi di kota itu. "Ada pulau-pulau kecil di mana hampir 100 di antaranya terlihat sangat mirip dan berbentuk geometris. Alasannya tidak begitu jelas," ungkap George seperti yang dikutip dari Oddity Central, Selasa (21/11/2017).

 

Dari mitos yang berkembang, konon katanya kota ini dibangun oleh penyihir kembar yaitu Olisihpa dan Olosohpa. Mereka mencari tempat untuk membangun altar guna menyembah Nahnisohn Sahpw, dewa pertanian. Lalu keduanya kemudian melakukan ritual untuk mengangkat batuan besar sehingga tercipta kota Nan Madol. Seiring berjalannya waktu, Olosohpa diangkat menjadi Saudeleur pertama, dinasti yang memerintah Nan Madol hingga tahun 1628. Dengan cerita ini banyak orang percaya bahwa kota tersebut adalah kota sihir.

Cerita yang berkembang ini tak jauh berbeda dengan cerita sebenarnya. Kota ini ternyata adalah situs suci yang didirikan oleh dinasti Saudeleur dan dihuni oleh para pemimpin, pendeta, serta orang awam yang bertindak sebagai pelayan. Para mewajibkan bangsawan lokal tinggal di kota sebagai cara untuk memantau aktivitas mereka dan mempertahankan kontrolnya. Orang awam kemudian bertugas membawa makanan dan air karena di kota itu kesulitan untuk memproduksi makanan dan mengambil air. Masalah logistik inilah yang akhirnya menyebabkan penduduk kota meninggalkannya.

Misteri pembuatan dan keberadaannya membuat kota ini menjadi tempat yang menakutkan untuk dikunjungi. Kebanyakan orang memercayai legenda roh dan hantu yang dikaitkan dengan kota ini. Hal itu membuat kota ini hanya dikunjungi 1.000 wisatawan per tahun. Padahal Nan Madol termasuk World Herritage UNESCO. Sayangnya lagi, situs ini terancam punah karena kerusakan bakau dan cuaca Pasifik yang ekstrem.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini