Mengenang Perjalanan Ki Samin Melawan Penjajah Lewat Festival di Bojonegoro

ant, Jurnalis · Selasa 19 Desember 2017 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2017 12 19 406 1832772 mengenang-perjalanan-ki-samin-melawan-penjajah-lewat-festival-di-bojonegoro-6NfhYm5PM4.jpg Foto: Ist

BOJONEGORO - Komunitas Samin di Dusun Jepang, Desa Margomulyo, Kecamatan Margomulyo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, akan menggelar Festival Samin yang berisi berbagai kegiatan seni budaya khas daerah setempat pada 22 Desember 2017.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro, Suyanto, menjelaskan berbagai kegiatan dalam Festival Samin semuanya merupakan prakarsa warga di Komunitas Samin di Dusun Jepang.

Kegiatan Festival Samin, lanjut dia, akan diawali dengan sarasehan yang akan diikuti warga di komunitas setempat di Balai Budaya Samin, pada 21 Desember 2017 malam hari. Sarasehan akan membahas perjuangan Ki Samin Surosentiko, juga filsafat dalam menjalani hidup melawan penjajahan kolonial Belanda.

"Sarasehan diikuti warga setempat yang akan membahas perjuangan Ki Samin Surosentiko melawan penjajah Belanda. Warga dan pihak luar harus tahu bahwa samin bukan mengandung konotasi "nyamin" atau acuh tak acuh," kata dia yang biasa dipanggil Yanto Munyuk menjelaskan.

Menyusul setelah itu, lanjut dia, pagi harinya akan digelar jalan santai juga oleh warga setempat, dan kegiatan sosialisasi tentang kesehatan yang akan digelar Kementerian Agama (Kemenag).

"Kegiatan juga akan diisi kesenian reog jaran kepang juga karawitan Samin Laras yang semuanya dilakukan warga di komunitas Samin," kata dia menjelaskan.

Selain itu, lanjut dia, juga akan digelar berbagai kegiatan kesenian lainnya mulai drama Samino-Samini, tari Thengul dan pergelaran Wayang Thengul dengan dalang warga di komunitas Samin.

"Ada kegiatan arak-arakan warga dengan tema "Wayah Samin" yang akan dipimpin Bambang putra Hardjo Kardi trah Samin Surosentiko," kata dia menjelaskan.

Disbudpar, lanjut dia, mendukung kegiatan Festival Samin dengan akan membagikan film dokumenter dalam bentuk CD dengan durasi 40 menit kepada peserta sarasehan juga warga luar yang hadir dalam kegiatan dalam Festival Samin.

"Film dokumenter itu berisi berbagai perjalanan Ki Samin Surosentiko dalam melawan penjajah Belanda juga filsafat hidupnya yang berisi ajaran kebajikan," kata dia menjelaskan.

Ia menambahkan kegiatan Festival Samin ini bisa menambah agenda pariwisata yang berbasis budaya di daerahnya sebagai usaha menarik pengunjung dari luar daerah, selain lokal. "Kegiatan Festival Samin akan diagendakan setahun sekali," ucapnya menambahkan.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini