Di Balik Misteri Hutan Aokigahara, Tempat Bersemayam Ratusan Nyawa Manusia

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 08 406 1841505 di-balik-misteri-hutan-aokigahara-tempat-bersemayam-ratusan-nyawa-manusia-cgVVgVvWPB.jpg Hutan Aokigahara di Jepang (Foto: Nextshark)

HUTAN biasanya hanya jadi lokasi yang kerap dilalui oleh traveler. Pasalnya, medan dan tingkat risiko mengunjungi hutan cukup tinggi.

Namun, sebuah hutan yang ada di Jepang, justru dikunjungi dengan maksud lain, yaitu menenangkan diri selama-lamanya alias meninggal. Hutan yang bernama Aokigahara tersebut telah dijadikan lokasi bunuh diri sejak ratusan tahun lalu.

Pasalnya, menurut cerita masyarakat Jepang, hutan ini dihantui oleh Yurei, hantu dalam mitologi Jepang. Meskipun tidak diketahui bagaimana Yurei menghantui pengunjung, namun dalam hutan Aokigahara telah bersemayam ratusan nyawa manusia.

Melansir dari laman News, Senin (8/1/2018), sekira 105 mayat ditemukan di hutan pada tahun 2003, sementara polisi mencatat lebih dari 200 percobaan bunuh diri di sana pada tahun 2010. Hanya 54 di antaranya berhasil menyelamatkan nyawa mereka sendiri.

Jepang memiliki tingkat bunuh diri tertinggi di dunia dibandingkan dengan negara manapun dan resesi global 2008 membuat keadaan menjadi semakin buruk. Pemerintah setempat telah berhenti mempublikasikan jumlah kasus bunuh diri di Aokigahara dalam beberapa tahun terakhir, agar reputasinya membaik.

Sebenarnya, di balik cerita misteri dan kejadian bunuh diri, hutan Aokigahara adalah hutan yang cukup bagus untuk dijadikan destinasi wisata. Hutan luas yang berada di bagian barat laut Gunung Fuji tersebut, dedaunannya begitu tebal sehingga dikenal sebagai "Sea of ​​Trees".

Untuk bisa mengunjungi Hutan Aokigahara, para traveler harus menuju ke Gunung Fuji, yang berjarak sekitar 100 kilometer dari ibu kota, Tokyo, dan merupakan puncak tertinggi di Jepang. Hutan Aokigahara tumbuh subur di atas lahan seluas 30 meter persegi dari lava yang mengeras, akibat letusan besar terakhir Fujisan kembali pada 864.

Masih dari sumber yang sama, hutan yang luas ini, memiliki beberapa gua yang penuh dengan es, dan sebagiannya sangat populer di kalangan wisatawan. Tapi, sayangnya itu bukan tempat untuk berjalan-jalan santai. Hutan dipenuhi pohon-pohon yang bengkok memberi pengunjung rasa kesendirian yang menakutkan. Sementara ratusan orang lainnya, memilih Hutan Aokigahara sebagai tempat untuk menghabiskan saat-saat terakhir mereka.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini