Pesona Bawah Laut Pantai Malalayang Tidak Kalah Menawan dengan Bunaken

Subhan Sabu, Jurnalis · Senin 08 Januari 2018 17:46 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 08 406 1841846 pesona-bawah-laut-pantai-malalayang-tidak-kalah-menawan-dengan-bunaken-RsYfSBeWKV.jpg Pantai Malalayang di Manado (Foto:Subhansabu)

BERADA di lokasi yang dekat dengan jalan raya, Pantai Malalayang merupakan objek wisata favorit masyarakat Manado sejak dahulu. Hanya sekira 10 menit dari pusat kota, selain mandi dan menikmati sunset, pantai ini juga memiliki taman laut yang masih alami dengan berbagai jenis koral warna warni dan spesies ikan berbagai jenis.

Pantai bebatuan dan berpasir hitam ini dari dulu merupakan tempat favorit warga Manado, setiap akhir pekan, tempat ini ramai dikunjungi masyarakat. Dari kejauhan kita bisa melihat Pulau Manado Tua, Pulau Bunaken, Pulau Siladen dan juga pemandangan Kota Manado.

Di pantai ini juga pada tahun 2007 silam pernah ditemukan ikan Latimeria menadoensis atau Coelacanth, ikan purba yang sudah dianggap punah sejak 65 juta tahun lalu. Ikan itu ditemukan pada kedalaman sekitar 105 meter di Pantai Malalayang oleh dua orang nelayan yang sedang mencari ikan.

Penampilan Pantai Malalayang yang berada di batas kota bagian selatan itu saat ini sudah jauh berbeda, sebuah bulu atau kios-kios tempat berjualan beraneka ragam makanan yang sejak dahulu berada di pinggiran pantai sudah dipindahkan ke seberang jalan. Hal itu dilakukan oleh pemerintah Kota Manado untuk menjadikan tempat tersebut sebagai daya tarik wisata yang baru.

BACA JUGA:

Takut Ketinggian Burj Khalifa Begini Ekspresi Rafathar, Menggemaskan

"Akan dibuat tempat untuk lokasi wisata yang baru selain menikmati sunset kita akan buat dia menjadi baru, di depannya sudah kita mulaikan atas prakarsa Bapak Kapolda Sulut dan Ibu yang hoby diving, tempat itu dijadikan lokasi baru untuk taman lalu lintas bawah air," jelas Walikota Manado, GS Vicky Lumentut.

Sudah ada beberapa kendaraan yang diturunkan di bawah laut baik roda empat dan roda dua yang ditata dengan apik di bawah laut yang nantinya bakal dilengkapi lagi oleh Pemkot Manado berupa alat berat yang sudah tidak berfungsi, mobil pemadam kebakaran, ambulans dan kendaraan lainnya untuk ditata di bawah laut.

"Jadi di bawah sedang disiapkan ada terowongan dan lalu lintas bawah air yang sangat menarik, akan ada jalan sama dengan yang di darat tapi ini di bawah laut," ujar Lumentut.

 

Selain jadi rumah bagi biota laut yang baru, juga bisa jadi tempat bertumbuh karang, hal ini menurut Lumentut menjadi daya tarik baru yang juga menurut informasi, satu-satunya daerah penyelaman yang paling dekat dengan jalan.

"Karena kalau cuma Bunaken yang kita andalkan tiga hari paling lama turis ada di situ, jadi kami prioritaskan tiga hari turis ada di Bunaken, kalau bisa empat hari ada di darat," tambah Walikota Manado.

Untuk itulah Pemkot Manado membuat objek-objek wisata yang baru, di antaranya Pantai Malalayang dan juga Gunung Tumpa.

Istri Kapolda Sulut, Ibu Ruthy Bambang Waskito beberapa waktu lalu mengungkapkan bahwa pembuatan taman lalu lintas di bawah laut pantai Malalayang karena areanya berpasir yang cukup luas.

"kita punya beberapa kendaraan motor dan dua mobil dan juga dibuat goa sehingga ini menjadi salah satu destinasi wisata nantinya ketika coral sudah bertumbuh dengan bagus, diharapkan dengan bertumbuhnya coral maka ikan-ikan akan datang," jelas Ruthy yang sangat memperhatikan akan kelestarian alam itu.

Situasi di bawah laut itu menurut Ruthy dibuatkan terowongan panjang dengan bentuk simpang empat dengan posisi motor dan mobil yang diatur sedemikian rupa seperti kondisi lalu lintas di darat.

 

"Jadi nanti ketika coral itu sudah bertumbuh, diharapkan para wisatawan khususnya para divers bisa menikmati taman lalulintas itu," pungkas Ruthy.

BACA JUGA:

5 Pilihan Destinasi Wisata Australia yang Bisa Dikunjungi di 2018

Irvan Mangatar underwater photography asal Gorontalo mengungkapkan kekagumannya terhadap pantai Malalayang yang memang indah, dalamnya memiliki aneka biota bawah laut yang unik dan penuh warna

"Saya tidak sulit untuk mendapatkan obyek menarik, selama dua hari sekira 400 foto untuk 30 biota menarik seperti ikan jenis Gohi hingga aneka Nudibranch," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini