Pulau McNeil, Pulau Mengerikan yang Dihuni 236 Tahanan Pelaku Kekerasan Seksual

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 15 Januari 2018 08:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 15 406 1844939 pulau-mcneil-pulau-mengerikan-yang-dihuni-236-tahanan-pelaku-kekerasan-seksual-VY6Er44ZSE.jpg Pulau McNeil (Foto: Dailymail)

DI lepas pantai Negara Bagian Washington banyak pulau indah yang bisa dihuni oleh traveler berbujet banyak.Tapi, Pulau McNeil berbeda. Pasalnya, pulau ini dihuni oleh 236 orang penjahat kelamin alias pelaku kekerasan seksual.

Setelah pelanggar seks selesai menjalani hukuman penjara atas kejahatan yang mereka lakukan, Komite Peninjauan Akhir dari akan menilai apakah mereka melakukannya berulang kali.

 Rachel Forde, who worked as Justin's attorney for the last five years, said the treatment center on McNeil island offers 'no benefit at all' (Pictured, a room for residents at the Special Commitment Center on McNeil Island)

Siapa pun yang memenuhi definisi pemangsa kekerasan seksual dikirim ke pusat Pulau McNeil, yang didirikan pada 1991, untuk jangka waktu yang tidak terbatas untuk menerima hukuman. Setelah dikirim ke sana, hampir tidak mungkin pengadilan bisa membebaskan kembali orang tersebut, melansir Daily Mail, Senin (15/1/2018).

Pulau McNeil yang disebut oleh beberapa orang sebagai Pulau Pedofil. Pulau tersebut hanya dapat diakses oleh kapal feri yang beroperasi setiap dua jam, dan telah menjadi rumah bagi banyak penduduknya selama bertahun-tahun. Untuk waktu yang singkat pada 1960an, pulau ini adalah rumah pembunuh berantai, Charles Manson.

Pulau tersebut tampak begitu hijau bila dilihat dari ketinggian dan dalam citra yang menunjukan bentang alamnya, tampak tidak ada masalah sama sekali pada pulau. Namun, apa yang ditunjukan citra, tidak sesuai dengan keadaan yang ada di dalam pulaunya.

Para penghuni pulau menyatakan, air yang tersedia di Pulau McNeil kondisinya tidak baik. Air tercemar dan bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan bila dikonsumsi.

 But staff disagrees. Elena Lopez, the clinical director at McNeil Island, said: 'The purpose of our treatment program is to manage their risk. It's not to eradicate or eliminate or get rid of' (Pictured, restraint chair next to a door in a living unit at the center)

Menurut penduduk yang sekaligus menjalani perawatan di McNeil menyatakan, air bisa menyebabkan berbagai penyakit, seperti sakit perut, ruam kulit dan telah disalahkan atas kematian pendudukan yang alasannya tidak dapat dijelaskan. Calvin Malone, seorang residen yang memimpin tantangan hukum, mengatakan bahwa air tersebut mengandung kadar bahan kimia dan kotoran yang tinggi.  

"Tidak ada staf yang minum air di sini," katanya. 'Jika airnya baik-baik saja, mengapa mereka membawa air dari daratan ke situs atau menggunakan air kemasan dari dapur saat penduduk harus minum air dari pipa?'

JD McManus, yang telah tinggal di pulau sejak 2001, mengatakan teman-temannya di Pulau McNeil telah terjangkit penyakit dari air dan dia telah menderita efek buruk seperti gatal-gatal setelah mandi. 

"Hanya karena kami melakukan kejahatan, tidak berarti kita seharusnya tidak memiliki air bersih," kata McManus.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini