Sejarah Desa Paling Bersyukur di Dunia Bikin Sesenggukan

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 18 Januari 2018 07:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 18 406 1846655 sejarah-desa-paling-bersyukur-di-dunia-bikin-sesenggukan-rkq0fM3UrB.jpg Desa Bersyukur (Foto: Amusingplanet)

SEBUAH desa di Inggris diberi julukan Desa Bersyukur atau The Thankful Village. Pemberian predikat unik ini ternyata tidak tanpa alasan. Pasalnya, ada sebuah catatan sejarah yang mengukir cerita di baliknya dan mendasari pemberian predikat tersebut.

Istilah Thankful Village atau yang artinya Desa Bersyukur menurut Amusing Planet diberikan oleh seorang penulis sekaligus jurnalis asal Inggris bernama Arthur Mee sekira 1930-an. Jurnalis tersebut awalnya hanya mengidentifikasi 32 desa saja, namun pada penelitian baru menghasilkan ada 52 desa semacam itu yang tersebar di Inggris dan Wales. Selain itu, ada sekira 14 buah desa yang cukup beruntung, karena tidak kehilangan warga laki-lakinya selama perang dunia kedua, desa ini juga disebut Thankful Village.

thankful-village-7

Masih dari sumber yang sama, selama beberapa dekade, masyarakat dari desa-desa ini merasa tidak mungkin merayakan nasib mereka. Anehnya, saat kesedihan menyelimuti ribuan masyarakat dimana-mana, segelintir warga justru bersyukur karena tidak merasakan kegembiraan, tapi malu karena tidak berkabung atau sedih seperti orang lain.

“Masyarakat dihadapkan pada keadaan orang-orang tidak kembali setelah dikirim ikut berperang. Sebagai contohnya, ada sebuah keluarga yang kehilangan dua generasinya dalam perang. Jumlah penduduk yang meninggal dalam perang sangat memprihatinkan bagi masyarakat,” ucap seorang pendeta bernama Michael Hampson dari Desa Aekholme di Lancashire.

thankful-village-3

Lebih lanjut, Hampson juga mengatakan, tidak benar, dan rasanya sangat salah jika merayakannya sebagai semacam kemenangan, karena banyak penduduk yang gugur dalam peperangan. Desa yang memiliki predikat Desa Bersyukur mendapat predikat tersebut, karena desa tempat mereka tinggal tidak terjadi perang, dan hanya mengirimkan penduduk laki-lakinya saja ke medan perang, namun beruntung karena banyak dari mereka yang selamat dan bisa kembali ke desa tempat mereka berasal.

Dalam beberapa kali perang dan banyak penduduk yang pulang kembali, sebuah peringatan dibuat untuk menghormati penduduk mereka yang berani dan beruntung. Seperti y ang dilakukan di Knowlton, Kent, ada sebuah salib yang dipasang untuk menghormati 12 orang penduduknya yang ikut berperang dan bisa kembali ke keluarga mereka. Desa ini mengirimkan sebanyak 31 persen dari 39 penduduk mereka ke medan peperangan, dan hal tersebut pula yang mendasari desa dijuluki Desa Paling Berani.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini