Free Walking Tour, Cara Asyik Jalan-Jalan saat Solo Traveling

Dada Sathilla, Jurnalis · Kamis 18 Januari 2018 08:57 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 18 406 1846672 free-walking-tour-cara-asyik-jalan-jalan-saat-solo-traveling-1C49Bu52Tv.jpg Free Walking Tour (Foto: Sabra Sathilla/Kontributor)

Solo traveling atau traveling sendiri memang sedang ngetren. Mulai banyak orang Indonesia yang mencoba solo traveling, termasuk traveler perempuan. Kalau traveling sendirian gitu, gimana caranya jalan-jalan tetap maksimal seperti saat traveling bersama teman ya? Saya mengalaminya saat traveling ke Eropa bulan lalu.

Kalau traveling bersama teman - teman atau keluarga enaknya ada teman ngobrol, ada yang bantu memotret, menjaga hingga sharing biaya perjalanan. Tapi bila solo traveling semuanya dipikirkan sendirian, termasuk itinerary. Salah satu cara agar solo traveling bisa seasyik bepergian ramai - ramai adalah dengan ikut free walking tour. Saya mengikutinya sewaktu traveling ke kota Bruges di Belgia, Strasbourg di Prancis, Zurich di Swiss, dan Praha di Republik Ceko.

Biasanya setiap kota besar dan terkenal di Eropa memiliki progam free walking tour yang dikelola oleh agen perjalanan setempat. Dengan ikut free walking tour, saya bisa melihat banyak tempat wisata di suatu kota sambil mendengarkan cerita sejarah kota tersebut dari pemandu profesional. Jumlah peserta free walking tour beragam tergantung berapa banyak orang yang datang ke lokasi tur dimulai. Free walking tour di Bruges yang saya ikuti diikuti oleh banyak peserta, sekitar 30 orang.

Sesuai namanya, free walking tour bisa diikuti dengan gratis. Namun bila puas dengan guide kita bisa memberikan tips di akhir tur. Karena guide di Bruges, Pascal, sangat informatif dan menghibur, saya memberikan tip sebesar 5 Euro atau sekitar Rp82.200, bila tak suka dengan turnya, kita juga dibolehkan tak memberi tips.

Free walking tour di Bruges dikelola oleh agen perjalanan Legends yang bisa ditemukan di area Market square, Bruges. Ada pilihan tur yang bisa dipilih sesuai minat seperti tur sejarah dan tur kuliner Bruges. Tur sejarah dimulai pada pukul 11.30 siang dan berlangsung selama 3 jam. Selama tur, saya bisa melihat banyak bangunan bersejarah dan ikon Bruges seperti Market square, Belfort, Beguinage, Basilica of the Holy Blood, Burg Square dan danau Minnewater.

Sementara di Zurich, Swiss, pemandu free walking tour membawa saya dan rombongan melihat bangunan menarik di Zurich seperti Fraumunster, Bahnhofstrasse dan bukit Lindenhof. Tentunya tempat wisata yang didatangi juga gratis atau bila perlu tiket masuk, pemandu akan membawa rombongan memasuki area yang gratis. Bila ingin mengunjungi tempat wisata berbayar bisa kembali lagi setelah tur usai. Serunya lagi, pemandu free walking tour di Zurich sempat membagikan cokelat buatan Swiss ke peserta tur di akhir sesi tur.

Informasi mengenai free walking tour di Zurich bisa diperoleh di kantor informasi turis di stasiun utama Zurich atau websitenya. Lain halnya free walking tour di Praha, Republik Ceko. Di kota ini saya mengetahui adanya free walking tour bagi turis lewat pengumuman di hostel Ananas yang berada di pusat kota Praha. Pemandunya sendiri sangat lucu dan informatif, membawa kami ke banyak tempat wisata di Praha seperti Charles bridge dan Jewish quarter. Ikut free walking tour memang seru, tak hanya bisa mengunjungi banyak tempat wisata tapi bisa kenalan juga dengan traveler lain dan dibantu mengambil foto selfie.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini