Megahnya Masjid Terbesar di Prancis, Pembangunannya Makan Waktu 20 Tahun

Dada Sathilla, Jurnalis · Minggu 21 Januari 2018 04:17 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 21 406 1848030 megahnya-masjid-terbesar-di-prancis-pembangunannya-makan-waktu-20-tahun-wq4vUEQEEm.jpg (Foto: Dada Sathilla/Okezone)

MEMBANGUN masjid di negara dimana Islam menjadi agama minoritas tak semudah di negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam seperti di Indonesia.

Begitu pun dengan proses pembangunan masjid besar Strasbourg yang sempat terhambat pembangunannya selama lebih dari 20 tahun. Dengan berbagai upaya dan perjuangan dari komunitas muslim Strasbourg, masjid besar Strasbourg akhirnya berhasil didirikan dan menjadi masjid terbesar di Prancis.

Berkunjung ke Strasbourg, sebuah kota kecil di sebelah timur Prancis yang berbatasan darat dengan Jerman, tak cuma sekedar mengunjungi ikon - ikon kota yang cantik seperti Petit France; desa wisata yang dipenuhi rumah setengah kayu khas abad pertengahan Eropa dan katedral Notre Dame Strasbourg. Sejak tahun 2012 lalu, masjid besar Strasbourg juga menjadi magnet kunjungan turis.

Masjid yang menempati lahan seluas 2.000 meter persegi ini mampu menampung 1.500 jamaah pria dan wanita. Menjadikannya sebagai masjid terbesar di Prancis.

Lokasinya yang berada persis di tepi sungai III, dan sebelah selatan dari kawasan bersejarah Grand Ile menjadikannya mudah dikunjungi para turis. Arsitekturnya yang bergaya Eropa modern pun memikat siapa saja yang memandangnya.

Meski begitu, cerita dibalik pembangunan masjid besar Strasbourg tak seindah bentuk bangunannya. Sejarah pembangunan masjid ini mirip dengan sejarah kota Strasbourg yang sering berpindah - pindah tangan antara Prancis dan Jerman alias rumit.

(Baca Juga: Toleransi di Prancis Tinggi Terhadap Muslim yang Sedang Puasa)

Diskusi mengenai pembangunan masjid di Strasbourg telah dimulai sejak akhir tahun 1970-an. Berbagai pertemuan dan konferensi membahas pembangunan masjid telah dilakukan antara komunitas muslim Strasbourg dan pemerintah kota namun belum menghasilkan keputusan.

Hingga akhirnya pada tahun 1993, walikota Strasbourg saat itu, Catherine Trautmann memutuskan akan membangun masjid berukuran besar serta pihak kota Strasbourg akan membantu membiayai pembangunannya. Masjid belum jadi dibangun, pihak konservatif Strasbourg sempat mengepung balai kota dan mengancam akan mengubur kembali masjid bila jadi akan dibangun.

(Baca Juga: Beri Nama Bayinya 'Jihad', Pasangan Muslim Prancis Dilaporkan ke Polisi)