Share

Berkhasiat, Seliter Ekstrak Buah Merah Papua Dibanderol Rp400 Ribu

Annisa Aprilia, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 01 31 406 1852726 berkhasiat-seliter-ekstrak-buah-merah-papua-dibanderol-rp400-ribu-3k0SefZcyK.jpg Buah merah papua berkhasiat untuk kesehatan (Foto:Healthbenefitstimes)

BICARA soal buah merah, pasti benak Anda langsung tertuju pada Papua. Ya, tidak salah memang, sebab buah merah banyak tumbuh di pulau paling timur Indonesia tersebut.

Buah merah belakangan ini menarik perhatian publik dan jadi bahan perbincangan, karena disebut-sebut sebagai obat penyembuh AIDS dan kanker. Namun, terlepas dari isu-isu tersebut, buah merah memang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia, dan telah dikonsumsi oleh warga Papua sejak lama.

"Masyarakat Papua biasanya menggunakan buah merah sebagai kerajinan tangan, selain itu juga sebagai sumber makanan, penyedap makanan, dan tanaman obat, seperti meningkatkan stamina tubuh dan penyubur rambut," jelas Dra. Indriaty Tubagus, Apt., M. Kes, Direktur Inspeksi dan Sertifikasi Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen, BPOM, dalam Seminar Nasional Buah Merah (Pandanus conoideus) The King of Antioxidant from Papua : Development of Raw Materials into Innovative Health Care Products di Hotel Menara Peninsula, Jakarta Barat, Rabu (31/1/2018).

BACA JUGA:

Intip Momen Seru Chicco Jerikho dan Rio Dewanto di Islandia, Berendam hingga Ngopi Santai

Lebih lanjut, Indriaty yang kala itu mengenakan batik dengan warna dominan cokelat juga menceritakan pengalamannya yang belum lama ini mengunjungi Papua. Wanita pemilik senyum manis tersebut menceritakan dengan asyik dan bersahabat.

"Buah merah banyak memiliki manfaat. Saya punya cerita tentang buah merah, saya pernah ke Papua tepatnya Manokwari, pada November tahun lalu, saat hadiri acara undangan cara mengembangkan potensi alam di sana," lanjutnya.

Dalam keseruan ceritanya, Indriaty mengisahkan, Papua adalah pulau dengan potensi alam dan kekayaan luar biasa. Di pulau yang daerahnya berada di sebelah timur Indonesia tersebut banyak beredar obat-obatan tradisional yang belum memiliki izin edar.

"Akhirnya produk tidak bisa diperdagangkan lebih luas karena tidak ada izin edar di Indonesia, karena belum diteliti lebih jauh," ungkapnya.

Indriaty juga menuturkan sebagian besar masyarakat Papua membuat dan mengolah tanaman menjadi obat, dengan resep turun-temurun dari orangtua dan nenek moyang. Salah satu tanaman obat yang diolah oleh warga ialah buah merah yang punya nama latin pandanus conoideus.

"Pengolahan buah merah luar biasa juga di sana, tapi caranya masih tradisional. Saya melihatnya dilakukan oleh salah satu pengusaha kecil," tambah Indriaty.

BACA JUGA:

Ratusan Festival Wisata Lampung Timur Siap Gerus Image Angker

Lebih lanjut, menurut pengalaman yang dialami Indriaty, masyarakat mengolah buah merah dengan cara merebus dan mengekstraksinya menggunakan cara yang sangat sederhana. Masyarakat merebus buah merah hingga menjadi minyak yang pekat.

"Setelah itu, minyak dimasukan dalam jerigen-jerigen berkapasitas 5 liter. Masyarakat menjual minyak buah merah dengan menunggu pembeli dari Jepang," tutur Indriaty.

Lebih dalam, Indriaty menuturkan jika nanti jumlah jerigen minyak buah merah sudah 100 jerigen, maka pembeli dari Jepang tersebut akan mengambil. Mereka membeli minyak buah merah itu dengan harga satu jerigennya Rp2 juta. Mereka mengambil secepat masyarakat selesaikan proses pembuatan, menurut hitungan Indriaty, setidaknya sebulan dua kali masyarakat yang mengolah buah merah mendapat pemasukan hingga Rp80 juta perbulannya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini