Share

5 Fakta Menarik Gerhana Bulan ''Super Blue Blood Moon'' di Indonesia

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 11:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 01 406 1853076 5-fakta-menarik-gerhana-bulan-super-blue-blood-moon-di-indonesia-Cpp2fJ7BN6.jpg Penampakan gerhana bulan total di kawasan Bundaran HI Jakarta (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)

KEMARIN hampir seluruh penduduk dunia menantikan fenomena gerhana bulan merah, tak terkecuali di Indonesia. Ada banyak fakta menarik yang harus Anda tahu, setelah terjadinya momen tersebut.

Antusias masyarakat menyambut fenomena langka super blue blood moon itu hampir sama di setiap kota di Indonesia. Mereka berbondong-bondong datang ke titik pusat yang disediakan teleskop untuk meneropong gerhana bulan.

Fenomena langka ini sangat indah dan jarang terjadi sepanjang hidup manusia. Kelak, pastinya Anda bisa menceritakan kepada anak cucu dengan adanya momen tersebut.

Setelah terjadi, ada lima fakta menarik yang harus Anda simak mengenai kejadian super blue blood moon ini. Berikut ulasannya yang dirangkum Okezone, Kamis (1/2/2018).

Hanya terjadi sekira 152 tahun sekali

Fenomena gerhana bulan merah hanya terjadi sekira 152 tahun sekali, tepatnya setiap tanggal 31 Januari. Kemarin di penghujung bulan Januari, masyarakat menyambut momen gerhana bulan yang cantik dan warnanya indah sekali. Ada tiga gradasi warna yang dipancarkan bulan tersebut, merah, emas dan kehitam-hitaman. Saat diteropong dengan teleskop, gerhana bulan merah ini indah sekali. Langit seketika berubah merah, saat puncak gerhana bulan tiba. Puncaknya terjadi sekira pukul 21.07 WIB tadi malam.

Bisa dilihat oleh mata telanjang

Berbeda dengan gerhana matahari yang harus menggunakan kacamata saat melihat, gerhana bulan tak perlu memakai alat pelindung. Dokter memperbolehkan Anda menyaksikan gerhana bulan dengan mata telanjang. Tidak ada dampak yang akan menganggu penglihatan, karena bulan hampir tidak mengandung ultraviolet.

Sebabkan air laut pasang

Karena pengaruh gravitasi, gerhana bulan sebabkan air laut pasang. Di beberapa daerah, kejadian itu benar adanya. Sehingga masyarakat yang tinggal di pesisir pantai harus waspada. Karena air pasang, bisa merusak bangunan di sekeliling pantai. Bahkan, para nelayan tidak diperbolehkan mencari ikan karena berbahaya.

Diselimuti mendung

Beberapa orang yang menyaksikan gerhana bulan ini ada yang kecewa, karena sulit menembus awan saat meneropong. Karena tadi malam, cuaca hampir di setiap kota diselimuti mendung dan berawan. Di Bali misalnya, tak sedikit orang kecewa karena super blue blood moon sulit ditembus karena awan yang tebal.

Jadi objek wisata baru

Sebagian objek wisata di Indonesia semalam dipadati wisatawan lokal. Di Jakarta misalnya, kawasan Monas, Pantai Ancol, TMII dan Planetarium TIM dipadati banyak orang yang penasaran dengan gerhana bulan merah. Belum lagi di Bukittinggi, Padang, tepatnya di Jam Gadang, banyak juga wisatawan yang memadati halamannya. Di Suramadu, juga demikian dan di Bali, orang juga banyak yang penasaran dengan super blue blood moon. Tak sekedar itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengimbau kepada masyarakat agar menyaksikan momen langka ini. Karena fenomena ini dijadikan sebagai objek wisata baru, meski jarang terjadi.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini