Perbaikan Gorong-Gorong Bikin Pengunjung Tebing Breksi Menurun Drastis

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 15:47 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 01 406 1853280 perbaikan-gorong-gorong-bikin-pengunjung-tebing-breksi-menurun-drastis-wXUfys6Jiw.jpg Perbaikan gorong-gorong menuju Tebing Breksi (Solopos)

SLEMAN – Perbaikan gorong-gorong yang menutup sebagian akses masuk ke lokasi wisata Tebing Breksi dan sekitarnya, dikawatirkan menurunkan jumlah kunjungan wisatawan.

Pengelola Wisata Tebing Breksi Khalik Widiyanto mengatakan, perbaikan gorong-gorong di ruas jalan masuk lokasi wisata tersebut sudah berdampak pada berkurangnya jumlah kunjungan wisatawan. Sebab pengerjaan gorong-gorong tersebut menyebabkan bus-bus wisatawan tidak bisa naik langsung ke lokasi wisata.

“Sudah banyak yang cancel,” kata Khalik kepada Harianjogja.com, Kamis (31/1/2018).

Meski ada fasilitas shuttle bus untuk mengantar rombongan wisatawan yang akan naik ke Breksi, namun hal itu tetap tidak diminati rombongan bus. “Penutupannya mendadak jadi para wisatawan tidak merencanakan budget sebelumnya,” ujarnya.

Sekadar diketahui, proyek perbaikan gorong-gorong tersebut dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Sleman. Proyek tersebut dikerjakan sejak 29 Junuari lalu. Dampaknya, kendaraan berukuran besar baik bus besar maupun mini bus yang ingin mengunjungi kawasan wisata Shiva Plateau Tebing Breksi, Batu Papal, Candi Ijo, Selo Selangit/Watu Payung di wilayah Sidorejo, Prambanan tidak diperkenankan masuk.

Sebagai gantinya, bus besar maupun mini bus diajurkan untuk transit di lokasi shuttle bus yang disediakan koperasi Jasa Wisata Kawasan Perbukitan Prambanan “Shiva Plateau” yang berlokasi di Jalan Prambanan Piyungan dengan tarif tertentu.

Korlap Shuttle Bus Breksi Mugiyono menjelaskan, untuk menggunakan jasa shuttle bus perorang dikenakan tarif Rp15.000. Biaya itu selain antar pulang, juga termasuk free masuk breksi. “Untuk tarif parkir bus besar dan kecil sama Rp25.000 per unit,” ujarnya.

Pihaknya belum mengetahui kapan proyek pengerjaan gorong-gorong tersebut selesai. Dimungkinkan pengerjaan proyek tersebut selesai setidaknya tiga bulan. “Kami atas nama pengelola tebing breksi memohon maaf. Kami beritahukan lagi ketika sudah dibukanya kembali,” katanya.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini