5 Objek Wisata Ini Memiliki Legenda Cinta yang Mengharukan

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 17 Februari 2018 21:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 16 406 1860671 5-objek-wisata-ini-memiliki-legenda-cinta-yang-mengharukan-bvI9iYGIQG.jpg Kisah cinta Jayaprana (Foto:Beritabali)

 

OBJEK wisata di satu tempat selalu memiliki cerita mengenai sejarah berdirinya. Salah satu cerita yang sering didengar adalah legenda cinta yang terjadi di tempat tersebut. Merangkum berbagai sumber, inilah sejumlah objek wisata yang asal usulnya dari kisah cinta:

 BACA JUGA:

Menikmati Ketenangan Pulau Kemaro di Palembang saat Imlek

Makam Jayaprana dan Layonsari, Bali

Dahulu ada seorang anak yatim piatu bernama Jayaprana yang menikahi seorang gadis dari Desa Banjar bernama Nyoman Layonsari. Ternyata ayah angkat Jayaprana jatuh cinta kepada menantunya. Kemudian ia menyuruh Jayaprana untuk melawan bajak laut di bagian barat. Ternyata rencana itu adalah taktik sang ayah untuk membunuh Jayaprana yang dilakukan oleh Patih Sunggaling. Walaupun suaminya telah tiada, Layonsari menolak untuk dinikahi mertuanya dan lebih memilih mengakhiri hidupnya. Keduanya kemudian dimakamkan di tempat yang sama dan terkenal dengan nama Makam Jayaprana dan Layonsari.

Danau Toba, Sumatera Utara

Dikisahkan ada seorang pemuda yang bekerja sebagai penangkap ikan bernama Toba. Suatu hari, ia menangkap ikan besar yang berubah menjadi seorang gadis cantik. Keduanya kemudian menikah dengan syarat Toba harus merahasiakan asal-usul gadis tersebut. Dari pernikahannya, pasangan itu memiliki satu orang anak bernama Samosir. Sifat anaknya yang pemalas ternyata telah memicu kemarahan Toba yang mengatakan jikalau Samosir adalah anak ikan. Anaknya kemudian mengadu kepada ibunya.

Istri Toba kemudian marah dan melompat ke sungai sehingga kembali berubah menjadi ikan besar. Peristiwa itu membuat hujan turun dengan lebat sehingga menyebabkan sungai meluap dan Toba tenggelam dan tidak sempat menyelamatkan berdiri. Sehabis hujan deras, tercipta danau besar yang di tengah-tengahnya ada pulau. Danau tersebut kemudian diberi nama Danau Toba sedangkan pulau ditengahnya bernama Pulau Samosir.

Pantai Karang Nini, Pangandaran

Kisah cinta antara Aki Ambu Kolot dan Nini Arga Piara menjadi asal usul Pantai Karang Nini. Sebagai sepasang suami istri, keduanya saling mencintai hingga berusia lanjut. Aki Ambu Kolot adalah seorang nelayan yang setiap sore pergi melaut. Nini Arga Piara selalu mengantarkan suaminya ke pantai dan menyambut kepulangannya di tepi pantai. Suatu hari badai besar datang dan menyebabkan perahu Aki Ambu Kolot tengglam. Walau begitu, Nini Arga Piara tetap menunggu kedatangan suaminya keesokan harinya. Ia terus menunggu hingga berubah menjadi batu karang yang diberi nama Karang Nini.

 BACA JUGA:

Mengapa Imlek Selalu Identik dengan Atraksi Barongsai?

Gunung Tangkuban Perahu, Jawa Barat

Dahulu kala seorang pemuda tampan yang memiliki kesaktian jatuh cinta dengan seorang perempuan cantik bernama Dayang Sumbi yang ternyata adalah ibunya. Dayang Sumbi yang menyadari Sangkuriang ternyata adalah anaknya kemudian berusaha menggagalkan rencana Sangkuriang untuk menikahinya dengan meminta dibuatkan perahu dan telaga hanya dalam satu malam. Sebagai seseorang yang memiliki kesaktian, Sangkuriang hampir berhasil menyelesaikan permintaan tersebut. Namun, lantaran Dayang Sumbi menebarkan kain tenunnya yang berwarna putih ke langit membuat fajar segera datang. Mengetahui usahanya gagal, Sangkuriang menjadi marah dan menendang perahu yang dibuatnya hingga terbalik. Perahu terbalik itu kemudian menjelma menjadi gunung yang diberi nama Tangkuban Parahu karena sesuai dengan kondisinya.

 

Pulau Kemaro, Palembang

Harta memang bisa membuat orang berpikir tidak memakai logika. Dahulu, ada seorang putri raja bernama Siti Fatimah yang dinikahi oleh bangsawan Tionghoa, Tan Bun An. Putri tersebut kemudian diajak oleh suaminya ke China untuk bertemu dengan keluarganya. Sepulang mereka dari negeri tirai bambu itu, orangtua Tan Bun An menghadiahi tujuh buah guci. Sesampainya perahu di Sungai Musi, bangsawan tersebut kemudian penasaran dengan hadiah yang diberikan orangtuanya. Setelah dibuka dan didapatkan isinya hanya sayuran, guci kemudian dibuang ke sungai.

Betapa kagetnya Tan Bun An waktu guci ketujuh pecah sebelum dibuang dan ternyata berisi segelimang emas yang ditutupi oleh sayuran. Menyadari kelalaiannya, Tan Bun An kemudian menceburkan diri ke sungai untuk menyelamatkan enam guci lainnya, namun ia tidak berhasil kembali ke permukaan. Melihat suaminya tak kunjung kembali Siti Fatimah lalu ikut menceburkan dirinya ke sungai dan juga tidak kembali. Pulau di sekitar sungai pun diberi nama Pulau Kemaro untuk mengenang suami istri tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini