Kabar Gembira! Bayi Jerapah Afrika Lahir di Taman Safari Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Rabu 21 Februari 2018 19:36 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 21 406 1862817 kabar-gembira-bayi-jerapah-afrika-lahir-di-taman-safari-bogor-rnlKosPEuX.jpg Bayi Jerapah (Foto: Putra/Okezone)

TAMAN Safari Bogor (TSI) Cisarua, Kabupaten Bogor Jawa Barat kedatangan keluarga baru dengan kelahiran seekor bayi jerapah. Hewan langka tersebut lahir dua hari setelah perayaan Imlek.

"Bayi jerapah tersebut lahir dua hari setelah perayaan Imlek pada Minggu 18 Februari 2018," kata Humas TSI Cisarua Yulius Suprihardo, Rabu (21/2/2018).

Hewan dengan nama latin Giraffa Camelopardalis itu lahir sekira pukul 13.24 WIB dari induk betina yang dinamai Emily dengan pejantan bernama Kalou. Saat lahir, bayi jerapah jantan ini memiliki berat sekira 90 kilogram.

"Proses kelahirannya menyita waktu cukup lama. Perawat satwa, dokter hewan dan curator sudah berada di kandang sejak pagi. Kami siapkan tumpukan serbuk kayu untuk alasnya," jelasnya.

Sementara itu, Dokter hewan TSI Ardyta Widianti mengatakan bayi jerapah tersebut kini perlahan-lahan sudah bisa berdiri. Sang induk pun terus menyiumi anaknya yang memang sifat alami jerapah.

"Satwa asal Afrika ini lahir setelah melalui proses cukup lama, dengan masa kehamilan selama 14 bulan lebih 1 minggu," ujar Ardyta.

Direktur TSI Jansen Manansang mengaku bangga bisa mengembangbiakkan satwa langka. Ia berharap, dengan kelahiran bayi jerapah ini koleksi satwa langka dapat terus berkembang biak di TSI Cisarua, Bogor.

"Keberhasilan di bidang konservasi ini berkat dukungan para perawat satwa, dokter hewan, curator, maupun para staf di Taman Safari," ungkap Jansen.

Sebelumnya, Taman Safari juga sempat kedatangan keluarga baru berupa sepasang Panda yang didatangkan langsung dari China. Panda ini diberi nama Cai Tao dan Hu Chun sepasang giant panda dari Tiongkok tiba di Indonesia.

Panda tersebut melakukan penerbangan yang istimewa, yakni melewati jalur re-routing yang seharusnya pesawat tersebut langsung mendarat di Denpasar dari Kota Chengdu, China. Waktu tempuh yang dicapai untuk tiba di Jakarta yakni sekira 5 jam.

Bukan tanpa maksud, satwa tersebut di menjadi simbol persahabatan antara negara Indonesia-Tiongkok yang dibangun sejak lama.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini