5 Dubes Negara Sahabat Bakal Hadir di Festival Cap Go Meh 2018 Bogor

Putra Ramadhani Astyawan, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2018 14:47 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 01 406 1866482 5-dubes-negara-sahabat-bakal-hadir-di-festival-cap-go-meh-2018-bogor-LAzBp31R0r.jpg Ilustrasi cap go meh (Foto: Antara)

PESTA rakyat Festival Cap Go Meh (CGM) 2018 akan diselenggarakan di Jalan Suryakencana, Bogor Tengah, Kota Bogor akan menghadirkan sejumlah perwakilan dari berbagai negara di dunia.

Ketua Pelaksana Festival CGM 2018, Arifin Himawan mengatakan hingga kini, tercatat lima duta besar negara asing yang sudah dipastikan hadir, yakni Belanda, Jepang, Singapura, Taiwan, dan Palestina.

"Sebetulnya yang diajukan itu lebih dari sepuluh negara, namun yang sudah fix akan hadir lima negara. Kehadiran perwakilan negara itu, diharapkan bisa membawa pesan pariwisata dari Indonesia, khususnya Kota Bogor," katanya, Kamis (1/3/2018).

 BACA JUGA:

Pemerintah Didesak Jadikan Vaksin HPV Sebagai Program Nasional

Arifin menambahkan, kehadiran perwakilan negara-negara tersebut, akan dilibatkan secara langsung dalam pawai festival tersebut. Namun, perlu diawali pertemuan dengan mereka agar memahami beragam kegiatan yang akan tampil dalam pawai nanti.

"Mereka mungkin saja tidak terlalu paham dengan gerakan atau maksud dari pawai, seperti tarian dan pertunjukan lainnya. Harus ada ‘learning by doing’ dari mereka, untuk bisa terlibat dalam pawai," tambahnya.

Menurutnya, jumlah perwakilan duta besar dari negara lain itu mengalami peningkatan jumlah dibandingkan dengan perayaan CGM 2017 tahun lalu.

"Meskipun banyak yang tidak bisa datang, namun dibanding tahun kemarin kehadiran tamu undagan dari mancanegara mengalami peningkatan. Hal itu jadi pertanda baik untuk acara ini," ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi menekankan agar perayaan CGM bisa menjadi momentum untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, yang secara langsung mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari bidang pariwisata.

"Diharapkan akan menyedot wisatawan dari domestik dan mancanegara. Baik yang langsung mengikuti pawai ataupun hanya menyaksikan. Diproyeksikan peningkatan kunjungan wisatawan hingga 38 persen dibanding akhir pekan biasa," ujar Shahlan.

Di tempat yang sama, Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor Theofilio Francino Freitas menuturkan, pada saat gelaran CGM nanti, akan dilakukan rekayasa lalu lintas. Terutama untuk arus kendaraan dikawasan Jalan Suryakencana.

"Sesuai hasil Rakorpam Festival CGM 2018, Jalan Suryakencana akan ditutup 30 menit sebelum Street Festival dimulai, hingga pukul 24.00 WIB," papar Theo.

Dishub juga akan menyediakan cone (pembatas jalan) di depan Pintu 3 Kebun Raya Bogor. Sedianya, cone itu akan digunakan untuk rekayasa lalu lintas contraflow jika nantinya terjadi kemacetan panjang.

"Itu disiapkan sebagai pemisah jalur dan memasang barrier beton di Lippo KRB yang saat ini lajur 3:1, saat rekayasa menjadi 2:2. Jadi kawasan itu menjadi dua arah jika memang dibutuhkan," tandasnya.

 BACA JUGA:

Semua Elemen Harus Bekerjasama demi Tingkatkan Kesejahteraan Perempuan & Anak

Seperti diketahui, Pesta Rakyat Cap Go Meh (CGM) 2018 akan kembali digelar di Kota Bogor, Jawa Barat. Dalam pesta yang menyajikan keberagaman budaya se-Nusantara ini rencanya digelar pada 2 Maret 2018. Tahun ini, Festival CGM 2018 akan mengambil tema 'Ajang Budaya Pemersat

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini