Masjid Apung di Jawa Barat Diperkirakan Selesai Akhir Tahun

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 02 Maret 2018 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 02 406 1867009 masjid-apung-di-jawa-barat-diperkirakan-selesai-akhir-tahun-mKoDzAiZ5O.jpg Masjid Apung (Foto: Bandung )

TIDAK semua orang beriwisata untuk hanya sekadar bersenang-senang. Ada pula yang mengunjungi objek wisata religi guna mencari ketenangan batin. Di Indonesia, objek wisata religi bisa terbilang banyak, mulai dari makam hingga rumah ibadah agama tertentu. Bahkan tidak menutup kemungkinan untuk terus bertambah.

Hal ini terbukti dari adanya pembangunan Masjid Al-Jabbar yang digagas oleh pemerintah provinsi (pemprov) Jawa Barat di kawasan Gedebage, Kota Bandung. Pembangunan sudah mulai dilakukan sejak Desember 2017 lalu. Saat ini pemprov tengah mempercepat pembangunan proyek prestisius tersebut lantaran sempat terkendala cuaca.

 BACA JUGA:

Reptil yang Digendong The Real Tarzan Bukan Komodo

Masjid Al-Jabbar memiliki luas hingga 26 hektar dan dibangun di atas danau buatan. Masjid yang terlihat seakan terapung itu terdiri dari beberapa bagian antara lain bangunan utama, sarana penunjang, dan fasilitas ruang terbuka. Selain itu, nantinya saat jamaah berkunjung ke masjid mereka dapat menyambangi museum sejarah Nabi Muhammad SAW yang berada di lantai bawah. Untuk kapasitas, masjid ini diperkirakan mampu menampung hingga 60.000 jamaah di seluruh tempatnya.

 

Dari segi desain, masjid ini memiliki struktur atap bertumpuk simetris berwarna putih. Sedangkan untuk jendela yang tersebar di sekeliling masjid dan menutupi sebagian besar dinding masjid akan dicat berwarna-warni. Desain masjid yang memiliki nilai engineer estimate mencapai Rp 1 triliun itu melibatkan arsitek dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

Selain itu, di bagian depan masjid terdapat plaza yang dikelilingi empat menara bergaya modern minimalis. Keempat menara dibuat seolah-olah muncul dari dasar danau. Menara memiliki tinggi mencapai 33 meter yang mencerminkan jumlah bacaan wirid atau tasbih. Lalu ada pula menara utama yang memiliki tinggi 99 meter dan bentangan atap baja. Bangunan itu mencerminkan 99 nama Asmaul Husna. Tak hanya itu, terdapat taman dan pepohonan yang dihubungkan oleh menara-menara tersebut.

Mengutip Koran Sindo, Jumat (2/3/2018), Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengungkapkan jika pemilihan nama masjid berasal dari 99 Asmaul Husna. Al-Jabbar sendiri memiliki arti yang Mahagagah atau Mahakuasa. Kehadiran masjid ini diharapkan bisa melengkapi masjid-masjid megah lain seperti Masjid Istiqlal dan Masjid Raya KH Hasyim Asy'ari di Jakarta, Mas jid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Semarang, Masjid 99 Kubah di Makassar, serta Mas jid Al- Akbar di Surabaya.

 BACA JUGA:

Festival Lampion Hoi An Semarakkan Cap Go Meh di Vietnam

Untuk mempercepat pembangunan masjid yang diperkirakan selesai di akhir tahun ini, pihak pemprov membuat skenario percepatan lalu lintas proyek. Salah satu rencananya adalah membuka akses tol Padalarang-Cileunyi (Padaleunyi) KM 149. Demikian seperti dikutip Koran Sindo.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini