Kunjungi Berlin Holocaust Memorial Pahami Juga Aturannya

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 26 Maret 2018 15:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 26 406 1878006 kunjungi-berlin-holocaust-memorial-pahami-juga-aturannya-Batf9VMAB8.jpg Berlin Holocaust (Foto: Ontheluce)

BERLIN Holocaust Memorial dalam beberapa hari ini sempat berkali-kali disebut oleh media konvensional dan portal berita online bersamaan dengan aksi Syahrini yang menuai kontroversi. Terlepas dari aksi pelantun Sesuatu tersebut, Berlin Holocaust Memorial merupakan sebuah lokasi peringatan dari sebuah peristiwa bersejarah di Jerman dan dianggap sakral.

Berlin Holocaust Memorial atau yang juga dikenal dengan nama Denkmal fur die ermordeten Jude Europas tersebut, seakan jadi bentuk permohonan maaf dari bangsa Jerman atas kelakuan para pemimpin terdahulu. Pasalnya, di tempat ini dulunya terjadi pembunuhan sekira enam juta orang-orang Yahudi di Eropa oleh Nazi saat masa kepemimpinan Adolf Hitler.

 BACA JUGA:

Belum Pernah Ketemu, Pasangan Nikah Lewat Video Call, Netizen: "Anaknya Download!"

Dalam lahan seluas hampir sekira dua hektar di antara Brandenburger Tor dan Postdamerplatz, dibangun 2.711 beton yang berbentuk seperti makam, tapi tidak bernisan, memanjang berwarna abu-abu, dan disusun membentuk ombak, karena nampak bergelombang dengan ukuran tinggi yang berbeda-beda juga, melansir dari laman resmi Visit Berlin, Senin (26/3/2018). Sekilas memang seperti jajaran beton abu-abu yang bergelombang, tapi ketika Anda memasukinya dan mulai melangkahkan kaki menjelajahi di setiap sudutnya, Anda pasti akan merasakan sesuatu yang janggal.

Pasalnya, lahan tempat tugu-tugu dibangun berada di lahan yang landai, tingginya juga berbeda disetiap sisi, jadi Anda akan merasakan hal yang berbeda tiap sisinya. Lantai yang tidak rata akan memberi pengunjung rasa pusing, ketidakstabilan, perasaan seperti tidak memiliki pijakan, hingga disorientasi. Hal tersebut bisa terjadi hanya jika Anda berjalan di antara beton-beton tersebut.

Syahrini menjadi salah satu orang Indonesia yang pernah mengunjungi karya dari Peter Eisenman tersebut. Tapi, sayangnya ia dianggap tidak mengindahkan norma dan peraturan yang ada di Berlin Holocaust Memorial, maka beberapa waktu lalu aksinya itu jadi perbincangan hingga disoroti media lokal Jerman.

Padahal, masih dari sumber yang sama, Berlin Holocaust Memorial memiliki pusat informasi yang berada di bawah tanah. Dalam ruang seluas 800 meter persegi tersebut, Anda akan menemukan informasi tentang korban, biografi singkat korban, foto-foto sejarah, dan cuplikan film yang menceritakan penganiayaan dan pemusnahan.

 BACA JUGA:

Minum Kopi Sebelum Olahraga Efektif Bakar Kalori Lebih Banyak

Sementara peraturan yang harus dilakukan oleh pengunjung sesuai dengan yang tertulis dalam laman Stiftung Denkmal, sebagai berikut:

1. Masuk ke pusat informasi diizinkan setelah melewati pos pemeriksaan keamaan. Benda-benda yang dianggap berbahaya oleh petugas akan disimpan selama kunjungan dan dikembalikan saat pengunjung hendak meninggalkan lokasi

2. Pengunjung harus mematuhi semua instruksi petugas keamanan

3. Pengunjung diminta untuk tidak berbicara keras atau bertingkah mencolok

4. Pengunjung diminta untuk mematikan semua telepon seluler dan gawai

5. Dilarang merokok, makan, dan minuman beralkohol

6. Field of Stelar hanya dapat dimasuki perlahan dan berjalan kaki

7. Dilarang melompat dari satu tugu ke tugu lainnya

8. Dilarang membawa hewan peliharaan

9. Foto, film, dan rekaman televisi untuk tujuan komersial memerlukan izin tertulis dari yayasan

10. Mengambil foto bisa dilakukan tapi tanpa menggunakan flash di ruang pusat informasi.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini