Upaya Warga Minahasa agar Kolintang Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia

Subhan Sabu, Jurnalis · Rabu 28 Maret 2018 17:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 28 406 1879229 upaya-warga-minahasa-agar-kolintang-diakui-unesco-sebagai-warisan-budaya-dunia-gCTwL2EITC.jpg Kolintang diupayakan agar diakui UNESCO sebagai warisan budaya (Foto:Indonesiakaya)

MELIHAT budaya lain di Indonesia seperti batik dan angklung yang sudah terdaftar di UNESCO (Badan PBB untuk urusan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan), maka sudah saatnya Indonesia kembali menorehkan budaya khasnya yang lain untuk diakui sebagai Budaya Tak benda-  Warisan Manusia (Representative List of The Intangible Cultural Heritage of Humanity). Kolintang digadang-gadang layak untuk menyusul angklung, batik, dan juga keris.

Kolintang adalah adalah alat musik tradisional Minahasa yang terbuat dari kayu. Warga Minahasa pun sangat berharap besar kolintang bisa diakui menjadi warisan budaya dunia

Hal ini membuat Group Musik Kolintang Temboan bersama dengan Organisasi Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Indonesia berupaya agar kolintang kayu mendapat kesempatan untuk meraih pengakuan UNESCO.

BACA JUGA:

Beragam Karnaval yang Tersohor di Indonesia

Upaya awalnya, organasisai dan grup musik yang sebagian besar personilnya merupakan warga Minahasa yang sudah lama menetap di Jakarta itu membuat video clip objek wisata di Sulawesi Utara (Sulut) yang kemudian akan diangkat melalui seni musik dalam hal ini Kolintang.

"Kami akan buat rekaman album perdana untuk lagu-lagu berbahasa Tonsea Minahasa juga lagu berbahasa dialek khas Manado untuk memperkenalkan budaya musik kolintang kayu dari Minahasa diperkenalkan ke seluruh Nusantara agar alat musik tradisional Minahasa kolintang kayu mendapat kesempatan untuk meraih pengakuan UNESCO," jelas Mauritz Tumandung, Rabu (28/3/2018).

Selain tujuan utama agar terdaftar di UNESCO, visi dari grup yakni memainkan dan memperdengarkan secara berkesinambungan suara alat musik kolintang kayu dari masa ke masa, sehingga anak cucu tetap mengenal dan mencintai musik kolintang.

Kolintang sendiri menurut Mauritz merupakan salah satu dari lima budaya Indonesia yang sementara digodok oleh UNESCO, salah satu persyaratannya yakni harus mempunyai monumen kolintang.

BACA JUGA:

Jelang Jumat Agung, Reinha Rosari Larantuka Mulai Berkabung

"Pemerintah daerah sudah mendukung, Gubernur Sulut, Pak Olly Dondokambey sudah mengucurkan dana untuk membuat monumen kolintang di Minahasa Utara sebagai daerah asalnya kolintang," lanjut Mauritz.

Untuk itu Mauritz berharap rakyat Sulut terutama Minahasa kembali lagi agar semua sekolah-sekolah ada kolintang untuk pengenalan. "Kami berupaya supaya kolintang ini tetap eksis," ujar Mauritz.

Temboan merupakan group musik kolintang yang baru terbentuk secara resmi pada 14 Februari 2018 di wilayah Cimanggis, Depok. Anggotanya terdiri dari para pemusik kolintang profesional yang masing masing memiliki Latar belakang sebagai Guru Musik Kolintang.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini