Share

Terungkap, Ini Alasan Jendela Pesawat Harus Dibuka Sebelum Lepas Landas dan Mendarat

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Senin 02 April 2018 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 02 406 1881131 terungkap-ini-alasan-jendela-pesawat-harus-ditutup-sebelum-lepas-landas-dan-mendarat-3Otnp5Dezs.jpg Ilustrasi (Foto: Drivespark)

BAGI Anda yang sering traveling atau melakukan perjalanan jauh menggunakan transportasi, Anda tentu sudah terbiasa dengan sejumlah peraturan wajib yang dikeluarkan oleh pihak maskapai. Salah satunya mewajibkan jendela terbuka ketika pesawat hendak lepas landas atau mendarat.

Di balik peraturan tersebut, ternyata ada satu alasan menarik yang tidak diketahui banyak orang. Dilansir dari The Daily Meal, Senin (2/4/2018), membuka jendela dimaksudkan agar awak kabin dapat melihat kondisi cuaca, dan memudahkan mereka menyiapkan jalur evakuasi jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Pasalnya, sebagian besar kecelakaan terjadi ketika pesawat hendak lepas landas dan mendarat. Selain itu, sinar matahari yang terpapar langsung ke wajah penumpang juga berfungsi untuk mengurangi rasa panik sehingga para petugas dapat mengevakuasi penumpang dalam kurun waktu 90 detik saja. Hal ini sesuai dengan SOP yang mereka terapkan.

Selain membuka jendela, sebetulnya ada beberapa kebiasaan lain yang masih sering dilakukan penumpang pesawat, seperti menghidupkan smartphone selama penerbangan berlangsung. Terlepas disengaja atau tidak, tindakan ini ternyata dapat mengganggu proses penerbangan dan tentunya membahayakan jiwa Anda.

Menurut salah seorang pilot maskapai asing, mengaktifkan ponsel saat berada di dalam pesawat, dapat menimbulkan gelombang suara yang memiliki bunyi khas "bzzzt-bzzzt-bzzzt-bzzt-bzzt" pada headphone yang dikenakan mereka untuk berkomunikasi.

"Anda pasti pernah mengalaminya. Ketika sedang fokus mendengarkan suara dari sebuah sistem radio, mendadak alunan suara itu menjadi tidak teratur akibat adanya sebuah ponsel di dekat sumber suara,โ€ tutur Nikita Schmidt kepada Yahoo! New Zealand.

โ€œAku benar-benar mendengar suara seperti itu saat berada di atas pesawat. Selain menjengkelkan, hal ini cukup membahayakan karena dapat mengganggu sistem komunikasi kami,โ€ tambah Nikita.

Itulah alasan kuat, mengapa para awak kabin menghimbau para penumpang untuk mengaktifkan mode airplane atau bahkan mematikan ponsel saat berada di atas pesawat.

Selain dapat menguras baterai ponsel Anda, tindakan tersebut juga dapat membuat pilot pesawat terganggu.

โ€œDengan mengaktifkan mode airplane, Anda telah menunjukkan apresiasi yang besar kepada kami,โ€ tutupnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini