Menelisik "Dapur" Para Singapore Girls

Koran SINDO, Jurnalis · Rabu 04 April 2018 12:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 04 406 1881914 menelisik-dapur-para-singapore-girls-MRxxwpo9WQ.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

MAKANAN menjadi item penunjang dalam setiap penerbangan. Di Singapore Airlines Training Center (STC), para pramugari dilatih untuk menyajikan hidangan terbaik kepada para pelanggan.

KORAN SINDO berkesempatan mengunjungi STC di Singapura. Pusat pelatihan terpadu ini berada di Upper Changi Road East, tidak jauh dari kawasan Bandara International Changi. Di tempat pelatihan ini para pramugari yang dijuluki Singapore Girls mendapatkan pelatihan pelayanan selama 15 minggu di setiap kelas penerbangan.

Tak hanya itu, para pramugari dilatih untuk menyajikan hidangan istimewa yang dibuat oleh para chef ternama. Menurut Chief Steward STC Warren Ovinis, sejak bulan April 2012, pihaknya memperkenalkan sistem Book The Cook .

Sistem yang diperuntukkan untuk pelanggan suite, first class , dan business class ini memungkinkan pelanggan untuk memesan makanan 24 jam sebelum penerbangan. Di sistem Book The Cook, para pelanggan dapat menikmati kreasi kuliner eksklusif dari International Culinary Panel (ICP). Para ICP ini terdiri dari chef terkenal dari berbagai belahan dunia.

Para ICP ini di antaranya Alfred Portale dari Amerika Serikat yang menyediakan berbagai makanan populer Amerika, Carlo Cracco yang menyajikan masakan Italia inovatif, Georges Blanc dari Prancis yang menyajikan makanan khas Prancis yang mewah, dan Yoshihiro Murata yang menyajikan makanan Jepang yang autentik. “Hal ini untuk memenuhi beragam preferensi hidangan para pelanggan saat ini.

"Para pelanggan kini memiliki pilihan lebih luas untuk memuaskan selera mereka di semua penerbangan dari Singapura dan penerbangan terpilih ke Singapura,” ujar Ovinis di Singapura beberapa waktu lalu.

Selain menyajikan hidangan, para pramugari di tempat pelatihan ini juga dilatih untuk menyajikan berbagai pilihan minuman anggur atau wine. Menariknya berbagai wine yang disediakan di maskapai ini sebelumnya telah diuji coba dan mendapatkan persetujuan dari konsultankonsultan anggur (wine consultant ). Para konsultan anggur tersebut di antaranya Jeannie Cho Lee, Michael Hill Smith, dan Oz Clarke.

Dalam uji coba yang dilakukan oleh para konsultan wine tersebut, pesawat akan di-setting dengan tekanan udara layaknya di ketinggian 30.000 kaki. “Mereka akan menilai wine dari warna, corak, kecerahan, kejernihan, rasa, aroma, sehingga layak untuk dinikmati pelanggan selama penerbangan,” ujar Manager Public Relations Singapore Airlines Glory Henriette.

Pada penerbangan jarak jauh, sederetan camilan yang gurih dan manis disediakan untuk pelanggan. Camilan tersebut di antaranya biskuit, mi Asia, berbagai macam keju atau buah-buahan segar. “Setiap keju memiliki tekstur dan kepadatan yang berbeda. Karena itulah para pramugari juga dilatih untuk memotong setiap jenis keju dengan teknik yang berbeda pula,” tambah Ovinis.

Setiap makanan dan minuman yang disajikan di maskapai ini mengusung konsep “dari pertanian untuk pesawat” (from farm to plane). Hal ini guna mendorong kelestarian lingkungan, sekaligus mendukung para petani lokal. “Konsep ini meliputi penggunaan ikan dari tempat budi daya perikanan yang telah disertifikasi oleh Marine Stewardship Council . Makanan yang disajikan berasal dari hasil bumi di pertanian-pertanian lokal di negara-negara di mana pesawat sedang beroperasi,” tutur Glory.

(ris)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini