Wisata Minat Khusus, Berapa Lama Rata-Rata Diver Wisman Tinggal di Indonesia?

Utami Evi Riyani, Jurnalis · Sabtu 07 April 2018 22:37 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 07 406 1883617 wisata-minat-khusus-berapa-lama-rata-rata-diver-wisman-tinggal-di-indonesia-xXgiILhCIv.jpg (Foto: Balireefdivers)

MENYELAM merupakan salah satu wisata minat khusus yang menjadi senjata Kementerian Pariwisata untuk menarik wisatawan mancanegara (wisman). Untuk itu, Kemenpar melalui Tim Percepatan Wisata Bahari memilih 10 destinasi wisata diving unggulan untuk ditawarkan kepada wisman.

Ke-10 destinasi diving unggulan tersebut adalah Bali, Lombok, Manado - Bunaken - Lembeh, Labuan Bajo, Raja Ampat, Alor, Wakatobi, Ambon - Banda, Togean, dan Derawan. Destinasi-destinasi tersebut dipilih berdasarkan kondisi daya tariknya (keragaman hayati terumbu karang dan ikan), relatif mudah dijangkau dan juga sudah cukup memiliki sarana pendukung lainnya (memenuhi unsur 3A - aksesibilitas, atraksi, dan amenitas).

Asisten Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata, Masruroh mengatakan diving merupakan salah satu wisata minat khusus, sehingga memiliki pangsa pasar khusus pula.

"Paketnya mahal, benar-benar untuk orang yang berminat. Meskipun susah dijangkau, mereka tetap mau datang kalau tempatnya bagus. Jadi secara potensi ada, dan dikenal di kalangan komunitas diver," ujar Masruroh kepada Okezone dalam pameran Asia Dive Expo (ADEX) 2018 di Suntec Singapore Convention and Exhibition Centre, Singapura, Sabtu (7/4/2018).

Demi menarik kunjungan 17 juta wisman ke Indonesia tahun ini, Kemenpar pun terus mendorong para dive operator menjual paket-paket wisata diving mereka dengan mengikuti beberapa dive show di beberapa negara, termasuk Singapura, Malaysia, Jepang dan Jerman. Menurut Masruroh, wisman yang datang dengan tujuan menyelam memiliki jumlah pengeluaran yang cukup tinggi di Indonesia. Terlebih karena rata-rata diver akan tinggal cukup lama di Indonesia.

(Baca Juga: Cara Bikin Istri Tidak Malu saat Berhubungan Seks Malam Pertama)

"Spending diver itu tinggi. Karena rata-rata tinggal cukup lama, baru tiba belum tentu langsung diving. Setelah menyelesaikan trip divingnya, sebelum pulang istirahat sehari. Jadi length of stay-nya lama," jelas Masruroh.

Anggota Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar, Daniel Abimanju Carnadie menuturkan saat ini belum ada angka yang tepat mengenai spending dan lama tinggal diver di Indonesia. Namun pria yang akrab disapa Abi ini memaparkan ada dua jenis wisata diving yang dilakukan oleh wisman, yaitu diving trip (perjalanan menyelam) dan diving course (kursus menyelam).

Untuk diving trip, para peserta dapat memilih trip yang dilakukan selama satu hari, dua hari hingga lebih dari 7 hari, tergantung dengan kebutuhan dan kemampuan mereka. Sedangkan untuk kursus menyelam, mereka dapat menghabiskan waktu minimal 4 hari untuk berlatih secara maksimal.

"Untuk market Indonesia, biasanya mereka melakukan kursus di Jakarta karena ada Pulau Seribu. Tapi untuk pasar wisman, mereka memilih Bali dan Lombok," ujar Abi di sela-sela pameran ADEX 2018.

Lamanya para diver tinggal di Indonesia juga dapat dilihat secara umum melalui paket-paket wisata yang ditawarkan oleh para dive operator. Untuk situs diving unggulan Raja Ampat misalnya, dive operator Kurabesi Nusantara menawarkan paket diving 6 malam 7 hari dengan liveaboard. Tak berbeda dengan dive operator Pearl of Papua yang menawarkan paket diving rata-rata 7 hari.

(Baca Juga: 5 Foto Sebelum Tragedi Mengerikan yang Tak Sengaja Tertangkap Kamera)