Ulu Kasok, Desa Ditenggelamkan yang Bertransformasi Jadi Destinasi Wisata

Agregasi Sindonews.com, Jurnalis · Selasa 10 April 2018 09:50 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 10 406 1884453 ulu-kasok-desa-ditenggelamkan-yang-bertransformasi-jadi-destinasi-wisata-hP1QAxRQRp.jpg Wisata Ulu Kasok di Kampar, Riau (foto ini diambil dari Sindonews.com)

KAMPAR - Kabupaten Kampar, Raiu, kini memiliki destinasi wisata baru yang digandrungi para wisatawan, yaitu Ulu Kasok. Setiap hari, terutama pagi dan sore, tempat itu dikunjungi turis dari berbagai daerah. Apalagi jika hari libur, lokasi ini dipadati pengunjung.

Para wisatawan penasaran dengan keindahan dan keelokan Ulu Kasok. Sekilas, pemandangan mirip Raja Ampat di Papua, terutama dari atas puncak Ulu Kasok. Karena itu lokasi sering disebut sebagai Raja Ampat KW 3.

Ulo Kasok sendiri menyajikan tiga wisata, yaitu air terjun, wisata pulau dan puncak Ulu Kasok. Namun dari tiga tempat ini paling banyak dikunjungi yakni puncak Ulu Kasok. Dari puncak Ulu Kasok, wisatawan dapat melihat hamparan beberapa gugusan pulau yang terletak di tengah bendungan Pembangkit Listruk Tenaga Air (PLTA) Kota Panjang dengan air yang masih hijau dan hutan yang lebat.

Selain mirip dengan pemandangan Raja Ampat, juga sangat memanjakan mata. Sehingga tidak mengherangkan, ketinggian Ulu Kasok menjadi obyek buruan wisatawan yang ingin berswafoto atau selfie dengan latar belakang gugusan pulau tersebut.

Hanya saja dibutuhkan ekstra tenaga karena wisatawan harus berjalan kaki dan mendaki lebih dari 500 meter untuk sampai ke puncak dari tempat parkir. Sehingga cukup menguras stamina, apalagi jalan yangdilalui juga masih berupa tanah.

Namun bagi yang tidak ingin mendaki, ada ojek yang siap mengantar sampai ke puncak maupun kembali ke tempat parkir. Tarif ojek ini Rp10.000 dan Rp15.000 untuk naik dan turun. Untuk masuk lokasi wisatawan di tarik Rp5000 per orang. Bagi wisatawan yang membawa motor sendiri di puncak ada tempat parkir. Namun tetap membayar Rp10.000 untuk tarif masuk dan parkir kendaraan.

Ulu Kasok awalnya merupakan perkampungan Pulau Gadang. Namun karena akan ada proyek PLTA, pada tahun 1991, perkampungan tersebut direlokasi ke kampung Patin yang masih satu desa dengan Pulau Gadang, yakni desa XIII Kota Kampar, Bangkinang, Kampar, Riau. Sementara perkampungan Ulu Kasok kemudian ditenggelamkan.

Bukit-bukit yang ada di sekitar perkampungan tersebut juga ikut tenggelam. Namun begitu tidak semua bukit tenggelam, sebab masih ada perbukitan yang nampak. Sehingga seperti ada gugusan pulau-pulau kecil di daerah sekitar. Tepatnya di aliran sungai Kampar.

Jika dilihat dari atas nampak pemandangan alam yang indah. Meski begitu warga setempat belum ada pemikiran akan menjadikan tempat itu obyek wisata. Jutru sebaliknya pada tahun 1997, ada yang memanfaatkan untuk karamba ikan dan baru awal 2017 lalu ada gagasan menjadikan lokasi ini sebagai obyek wisata. Karena itu beberapa infrastruktur dan fasilitas yang lain dapat dikatakan belum memadai dan masih perlu peningkatan dan perbaikan.

“Ini merupakan obyek baru, sehingga masih dalam tahap pengembangan dan pembenahan,” kata anggota pengelola obyek wisata Ulu Kasok, Pendi.

Menurut Pendi selain puncak Ulu Kasok, wisatawan di tempat itu juga bisa mengunjungi obyek lainnya, yakni air terjun Ulu Kasok setinggi lima meter dan pulau Ulu Kasok. Untuk mencapai air terjun, harus berjalan kaki sekitar 500 meter. Jika anda ingin mengililingi pulau Ulu Kasok dengan speedboat dengan membayar Rp15.000.

Hanya saja wisatawan harus berjalan sekitar 600 meter ke tepian danau. Ada beberapa pulau di antaranya Pulau Qeis, Trend Camp dan Fada Englands.

“Meski menjadi obyek wisata yang diminati, namun kami tetap mengharapkan ada perhatian dari pemerintah daerah, untuk membenahi dan memperbaiki tempat ini, termasuk menambah fasilitas penunjang. Sebab untuk pengelolaan masih dilakukan secara swadaya masyarakat,” ungkapnya.

Pengelola wisata Ulu Kasok lainnya, Nanda menambahan, hal yang urgen harus segera diperbaiki, yakni akses jalan menuju ke puncak Ulu Kasok, yaitu dengan di aspal atau jalan permanen yang memudahkan wisatawan.

Selain itu juga fasilitas pendukung lainnya, seperti tempat usaha, baik makanan maupun souvenir, tempat parkir, MCK dan lainnya. Ternasuk arena permainan, di antaranya flyfox dan tempat bermain lainnya.

 

Seorang wisatawan Ulu Kasok, dari Pekanbaru, Saiful, 28 mengatakan mengetahui lokasi tersebut dari media sosial (Medsos). Karena tertarik bersama teman-temannya naik sepeda motor dari Pekanbaru.

Sesampai di lokasi dengan berpanas-panas, dia mengaku apa yang didapatinya sangatlah luar biasa. Kelelahannya langsung hilang begitu sampai di Puncak Ulu Kasok dan menikmati pemandangan alam yang luar biasa.

“Ulu Kasok sangat cocok untuk refresshing, terutama untuk melepas penat. Karena itu lokasi ini perlu dikembangkan lagi. Tidak di puncak ini saja. Namun juga di bawah sana,perlu ada fasilitas pendukung lainnya, Sehingga wisatawan dapat berkeliling Ulu Kasok dengan mudah,” harapnya.

Untuk mengunjungi Ulu Kasok sendiri, juga tidak sulit, karena lokasinya ada di tepi jalan raya Bangkinang–Payakumbuh. Dari Pekanbaru jaraknya sekitar 90 Km atau 2,5 jam perjalanan.

Akses jalannya juga cukup nyaman, yaitu melintasi jalan nasional Pekanbaru-Bangkinang-Payakkumbuh. Selama dalam perjalanan akan disungguhi pemandangan alam, berupa perkebunan sawit dan pepohonan di kanan kiri jalan.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini