Intip Potensi Geopark Watu Gandul di Bojonegoro yang Menakjubkan

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 23 April 2018 04:19 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 22 406 1890049 intip-potensi-geopark-watu-gandul-di-bojonegoro-yang-menakjubkan-8Jv5zcAkWa.jpg Wisata Watu Gandul di Bojonegoro (Foto: Avirista/Okezone)

SELAIN Bukit Tono, Desa Sambongrejo yang terletak di lereng perbukitan Kendeng Selatan ini memiliki satu objek wisata lain yang juga unik. Objek wisata Watu Gandul namanya, berasal dari bahasa Jawa, 'watu' berarti batu, sedangkan 'gandul' berarti menggantung.

Ya, objek wisata Watu Gandul ini memang terletak seolah-olah menggantung dari daratan. Meski demikian, tak berarti menggantung sepenuhnya namun batu tersebut menggantung di bagian bukit tanpa menyentuh batu di bagian bawahnya.

"Watu Gandul ditetapkan sebagai geopark oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bojonegoro melalui surat keputusan," ungkap Kepala Desa Sambongrejo, Eko Prasetiono saat ditemui di Bojonegoro, Jawa Timur, baru-baru ini.

Terletak di Dusun Kaliasin, Desa Sambongrejo, batu jenis andesit yang terletak di perbukitan Desa Sambongrejo ini menampilkan pemandangan yang eksotis. Deretan perbukitan dengan batuan andesit terhampar berpadu dengan deretan hutan dan persawahan nan hijau.

 (Baca Juga: Menjelajah Bukit Tono Sambongrejo yang Eksotis di Deretan Pegunungan Kendeng Selatan)

Tentu yang menarik dari tata letak watu gandul ini yakni batu di atas yang terletak di atas batu besar. Batu tersebut seolah tertata menyerupai sebuah gapura menyambut pengunjung yang datang. Perpaduan warna batu dengan akar-akaran pohon yang menjulur panjang dan pepohonan hijau di sekitar batuan membuat spot yang diciptakan Tuhan ini sangat kece dan terlihat menakjubkan.

Namun disarankan bila ke sini, saat memasuki musim kemarau, mengingat saat musim hujan medan menuju 'Watu Gandul' ini didominasi tanah dan jalanan terjal berbatuan. Bagi Anda yang ingin mengunjungi Watu Gandul pun tak perlu mengeluarkan biaya tiket masuk karena oleh pihak désa selaku pengelola belum ada tarif resmi yang diberlakukan kepada wisatawan.

 

"Kita belum pasang tarif tiket. Ini masih proses pengembangan sejak dikenalkan tiga tahun lalu," tambah Eko.

Ia menambahkan pengembangan ini masih perlu dilakukan terutama untuk menyediakan akses jalan yang layak dan pengelolaan yang lebih profesional. Ia juga mengimbau warga terutama pemuda desa untuk lebih menjaga anugerah Tuhan yang diberikan ke Desa Sambongrejo ini. Mengingat selama ini kesadaran dari masyarakat untuk menjaga masih kurang.

  (Baca Juga: Melihat Koleksi Pencetus Emansipasi Wanita di Museum Kartini)

"Kendalanya masyarakat terutama pemuda sulit diajak maju karena terkendala SDM. Padahal Pokdarwisnya (Kelompok Sadar Wisata) sudah dibentuk. Tapi pengelolaannya belum maksimal," keluhnya.

 

Meski demikian dengan potensi yang ada bukan tak mungkin Watu Gandul yang telah ditetapkan sebagai geopark bisa menjadi wisata andalan Gondang dan Bojonegoro. Jika Anda tertarik menjelajah potensi Desa Sambongrejo, Anda dapat menuju arah Jalan Raya Bojonegoro-Nganjuk melalui rimbunnya hutan jati di kawasan Temayang dan Gondang. Sesampainya di pertigaan terminal Gondang anda dapat mengambil jalan lurus menuju pusat kecamatan Gondang.

Dari pertigaan tersebut jarak Desa Sambongrejo dapat ditempuh dengan jarak 6 km atau dengan waktu tempuh 15 menit. Jadi tak ada salahnya kalau berada di Bojonegoro menikmati petualang di wilayah selatan. Selain potensi alamnya yang eksotis, Anda akan disuguhi keramahan masyarakat dan eksotisme budaya.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini