Bawa Bungkusan Apel dari Pesawat, Wanita Ini Didenda Ratusan Dolar!

Pradita Ananda, Jurnalis · Senin 23 April 2018 21:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 23 406 1890485 bawa-bungkusan-apel-dari-pesawat-wanita-ini-didenda-ratusan-dolar-1inmA7Oisi.jpg Wanita Didendam Bawa Apel di Pesawat (Foto: Ist)

MENYIMPAN makanan ringan saat berada di dalam pesawat memang tindakan yang biasa. Tapi perempuan asal Colorado, Amerika Serikat ini terpaksa didenda karena membawa makanan ringan di dalam pesawat.

Seperti dilansir Foxnews, Senin (23/4/2018), Crystal Tadlock diberitakan tengah menghadapi hukuman denda sebesar USD500 atau sekira Rp6,9 juta dari Bea Cukai Perlindungan dan Perbatasan Amerika Serikat, karena Crystal menyimpan buah apel gratis yang ia terima dari perusahaan penerbangan, Delta Air Lines ketika ia melakukan penerbangan kembali ke Amerika Serikat dari Paris, Prancis.

Crystal menyebutkan kepada Fox31, kudapan buah apel yang dibungkus oleh kemasan plastik tersebut ia terima dari pramugari di pesawat Delta Air Lines sebagai makanan ringan, kemudian bungkusan berisi apel tersebut ia masukkan ke dalam tas jinjingnya dengan maksud sebagai bekal makanan untuk perjalanan selanjutnya.

Namun nasib berkata lain, setibanya Crystal di Amerika dan menjalani pemeriksaan bea cukai, tas miliknya dipilih secara acak oleh petugas Bea Cukai, lalu petugas pun mengeluarkan bungkusan kantung plastik berlogo Delta berisi apel tersebut. Mengalami kejadian ini, Crystal langsung menjelaskan bahwa apel tersebut ia terima dari pesawat Delta Air Lines dan bertanya kepada petugas apakah apel itu memang bisa dibuang atau bisa ia makan, bunyi laporan Fox 31. Namun petugas memberikan penolakan sebagai jawaban atas pertanyaan Crystal, dan menyebutkan Crystal akan didenda sebesar USD500 karena dianggap telah membawa buah yang tidak diberitahukan sebelumnya.

“Petugas bertanya apakah perjalananku ke Paris adalah perjalanan yang mahal, lalu aku memberikan jawaban iya sambil tidak memahami mengapa ia menanyakan pertanyaan seperti itu. Kemudian petugas tersebut berujar, bahwa perjalananku kali ini akan bertambah malam karena dia akan mengenai hukuman denda kepadaku sebesar USD500,” papar Crystal kepada Fox 31.

Tidak hanya soal denda, lebih lanjut Crystal mengungkapkan bahwa masalah ini bisa menyeret dirinya kehilangan Global Entry Status,yakni status untuk para pelancong (yang beresiko rendah) dalam mengurus izin masuk ke Amerika Serikat.

Mengalami kejadian ini, Crystal sendiri mengaku frustrasi karena merasa dianggap seperti seorang pelaku tindakan kriminal hanya karena perkara membawa buah sebagai makanan ringan. Ia juga merasa bahwa seharusnya petugas Bea Cukai bisa menindak kejadian ini dengan sikap yang lebih baik, terlebih setelah melihat bahwa kemasan kantung plastik itu berlogo resmi Delta Air Lines.

Sementara itu, menurut keterangan di situs resmi U.S. Customs and Border Protection, tertera peraturan berbunyi “Every fruit or vegetable must be declared to a CBP Agriculture Specialist or CBP Officer and must be presented for inspection (segala buah-buahan atau sayur-sayuran harus dinyatakan diberitahukan kepada Spesialis Pertanian CBP atau Petugas CBP dan harus disajikan untuk diperiksa)”. Di sisi lain, pihak perusahaan penerbangan Delta melalui juru bicaranya menyebutkan sebaiknya Crystal mematuhi peraturan yang telah ditetapkan oleh petugas bea cukai Amerika.

“We encourage customers to adhere to U.S. Customs and Border Protection policies and requirements” bunyi pernyataan Delta Air Lines kepada Fox News.

Terakhir, Crystal disebutkan berencana untuk melawan tuntutan ini ke jalur hukum melalui pengadilan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini