Share

Karya Seni Indah di Bandung Ini Ternyata Berasal dari Sisa-Sisa Banjir

CDB Yudistira, Jurnalis · Jum'at 27 April 2018 16:32 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 27 406 1892129 karya-seni-indah-di-bandung-ini-ternyata-berasal-dari-sisa-sisa-banjir-8C1mS8jOZv.jpg Karya seni dari sisa banjir (Foto: CDB Yudistira/Okezone)

BELAKANGAN ini, Bandung yang sering menjadi pilihan destinasi wisata dirundung bencana. Memasuki musim penghujan, beberapa titik di Bandung dikepung banjir.

Yang paling disorot adalah saat banjir bandang terjadi di Jatihandap, Bandung. Banjir bandang tersebut menyebabkan banyak kerusakan. Selain kerusakan, banjir juga bahkan sempat melumpuhkan akses terminal besar yakni terminal Cicaheum.

Banyaknya bencana di Bandung, bukan hanya sebatas gejala alam semata. Dinilai oleh Alumni Seni Rupa ITB, kejadian bencana banjir di Bandung terjadi karena juga campur tangan manusia.

 (Baca Juga: Intip Gaya Hangout dan Liburan Tanaya Alyssia yang Asyik, Nomor 3 Bikin Melongo)

Karena hal itu, sebanyak 66 lulusan seni rupa mencoba menggambarkan dampak, solusi atas terjadinya banyak bencana di Bandung, melalui seni karya, instalasi, maupun lukisan serta beberapa artefak sisa-sisa banjir.

Sebanyak 66 karya tersebut dipersembahkan untuk memberikan gambaran dari sekelumit bencana banjir yang banyak terjadi.

"Pameran reponsif dari peristiwa alam yah kayak banjir di sekitar Bandung walaupun umumnya di Jakarta juga ada banjir, di sini kita merespon di lingkungan Bandung diharapkan itu dari pihak instansi maupun masyarakat sadar gitu, bahwa dampak banjir ini bukan hanya sebatas gejala alam, tapi kita harus instrospeksi manusia pun terlibat di sini," kata Wisnu, salah seorang peserta pameran, saat ditemui Okezone di lokasi pameran di Gedung Yayasan Pusat Kebudayaan, Jalan Naripan, Braga, Bandung, Kamis 26 April 2018.

 

Adanya 'campur tangan manusia' yang dikaitkan pada banyak kejadian bencana di Bandung, dikatakan Wisnu, bisa dilihat dari bertumbuhnya pembangunan dan penebangan pohon di kawasan resapan air.

  (Baca Juga: So Sweet...Kompaknya Busana Adly Fayruz dan Angbeen Rishi yang Akan Segera Menikah)

"Kita lihat bukti-bukti di atas itu ada beberapa pembangunan yang akan mengurangi daya serap dari lahan itu, sehingga air tidak bisa menyerap ke tanah yang ada. Kemudian ada penebangan pohon tidak ada aturannya, itu pun mengurangi kekuatan dari tanah," ungkapnya.

 

Karya-karya yang dipajang dalam pameran yang diikuti seluruh angkatan dari ikatan alumni Seni Rupa ITB ini tidak hanya menggambarkan dampak bencana. Namun karya-karya mereka juga miliki pendapat, atau solusi dalam bentuk karya seni.

"Karya-karya ini juga direncanakan akan dilelang, untuk nantinya disumbangkan kepada masyarakat," tutup Wisnu.

Pameran karya seni ini di gelar selama satu pekan, yang dibuka pada Minggu 22 April hingga 29 April 2018 nanti.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini