Share

Hari Tari Sedunia, 5.035 Penari di Kawasan Car Free Day Solo Pecahkan Rekor MURI

Bramantyo, Jurnalis · Minggu 29 April 2018 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2018 04 29 406 1892580 hari-tari-sedunia-5-035-penari-di-kawasan-car-free-day-solo-pecahkan-rekor-muri-al2LqaAa46.jpg Ribuan penari di Solo rayakan Hari Tari Sedunia 2018 (Foto: Bramantyo/Okezone)

LEBIH dari 5.035 orang, gelar Tari Gambyong massal di area Car Free Day (CFD) mulai dari Ngapeman hingga bundaran Gladag Solo dalam rangka memeriahkan Hari Tari Sedunia, Minggu (29/4/2018).

Sejak sekira pukul 06.00 WIB para penari yang berasal mulai sanggar tari hingga para pelajar dari berbagai sekolah di Kota Solo sudah mulai berkumpul di sepanjang kawasan Car Free Day, jalan Slamet Riyadi. Sekira pukul 07.30 WIB, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo bersama Wakilnya Ahmad Purnowo secara berbarengan menabuh gamelan.

Diikuti keluarnya tumpengan, sebelum potongan tumpeng itu diserahkan Rudy pada salah satu keluarga pencipta tari Gambyong yang dibawakan ribuan penari ini. Setelah prosesi selesai, bunyi tabuhan mengiringi gemulai para penari membawakan Tari Gambyong yang merupakan salah satu tarian khas tradisional Jawa yang ditarikan khusus untuk menyambut kedatangan para tamu.

 (Baca Juga: Curi Perhatian, Intip Gaya Tomboy hingga Feminin Dokter Cantik Timnas Wanita Indonesia)

Pantauan Okezone, ribuan warga masyarakat memadati area Car Free Day di mana tarian kolosal yang dibawakan ribuan penari ini digelar. Setelah tampil selama 15 menit, beberapa penari senior maju dan mengalungkan sampur atau selendang pada para pejabat, mulai dari Walikota hingga institusi TNI juga Polri.

Tak hanya para pejabat yang dikalungi selendang, masyarakat yang ikut menyaksikan itu pun dikalungi selendang. Sebanyak 1500 sampur dibagikan gratis bagi warga yang hadir. Selanjutnya, mereka bersama-sama menari dengan para penari yang menari sepanjang 1,4 km di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.

 

Tarian massal ini pun berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan total penari berjumlah 5 .035 penari. Menurut salah satu perwakilan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), Ariyani Siregar mengatakan, Solo Menari yang dibawakan penari sebanyak 5.035 penari ini mampu mematahkan rekor sebelumnya yang hanya diikuti 1.200 penari.

  (Baca Juga: Gibran Yakin Rujak Cingur Bisa Jadi Kuliner Kekinian)

"Kami masukkan Tari Gambyong ini tercatat sebagai rekor 8.434, selain itu juga dimasukkan dalam rekor dunia dengan perempuan penari Gambyong terbanyak," jelas Ariyani, Minggu (29/4/2018).

 

Piagam Rekor MURI diberikan pada perwakilan masyarakat, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo pun didaulat untuk menerima piagam, termasuk dua orang penari Gambyong.

"Biarlah yang menerima piagam, perwakilan masyarakat Solo saja. Saya yang di belakang. Toh, keberhasilan ini tercipta karena dukungan penuh masyarakat," tutup Rudi.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini